Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 9

Aku bergidik ngeri memandang wanita ini, pada awalnya aku mengira dia menyukai lelaki ini tetapi ternyata aku salah. Benar benar misteri yang tak pernah terkuak, hatinya terlalu dalam untuk diselami dan dimengerti pikirannya.

Lesbian kata kata itu masih terngiang ngiang di telingaku. Ternyata senyum yang diberikannya pada lelaki itu murni senyum pertemanan. Senyum yang diberikan untuk teman yang sama bukan untuk menarik perhatiannya. Aku bergidik jika seandainya aku tidak kasat mata apakah Chira akan suka padaku. Ku tepis segala imajinasi liarku. Sekarang aku tahu dalam masalah ini kesalah pahaman adalah akar dari semuanya yang membuat seorang manusia kehilangan senyumnya. Hemph..sepertinya pada keadaan seperti ini aku harus berbuat sesuatu untuk meluruskan benang yang kusut ini. Aku mengepakan sayapku bergegas pergi meninggalkan lelaki yang sedari tadi berpandangan kosong, aku tahu dia sangat terluka, tapi dia malah sibuk meratapi kesedihannya tanpa mau berbuat apa apa untuk memperjuangkan wanitanya. benar benar lelaki yang keras kepala dan sulit untuk dipahami. Aku akan menemui wanita cantik itu, ya chele dia harus tahu kenyataanya. Mataku menyapu kesana kemari mencari wanita 3 tahun yang lalu, hanya mengandalkan ingatanku dan mencoba mencari diantara tumpukan manusia didepanku. Aku bersorak sayapku berkedut lincah menghampiri hasil temuanku, akhirnya aku menemukannya tapi dia sedang duduk dengan seseorang yang tidak asing menurut pandanganku. Ya wanita itu, apa yang dia lakukan batinku, apakah ini wujud pertanggung jawabannya ato wujud cintanya pada lelaki itu. Entahlah aku harus segera mendengarkannya. Lagi lagi semuanya membisu, dengan tatapan yang tidak bersahabat mereka duduk berhadapan seakan ingin memangsa satu sama lain.


Untuk apa Chira mendatangi wanita 3 itu, apakah masalah ini akan terurai dengan bahagia seperti yang diharapkan sang peri

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar