Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 13

Aku hampir menangis membaca surat itu, sepertinya teka teki ini mulai menemukan kunci jawabannya. Lelaki itu masih saja menggantungkan pandangannya kedepan seakan berfikir keras. Aku menjadi tegang apakah besok lelaki itu akan datang menemui Chele dan menyuruhnya jangan pergi. Ahh aku membayangkan adegan romantis di film seorang lelaki mencegah wanitanya pergi dan berakhir dengan bahagia. Mataku berkaca kaca bahagia sepertinya tugasku hampir selesai dan kisah manusia ini akan berakhir dengan bahagia. Sepertinya malam ini aku akan tidur dengan nyenyak dan senyum lelaki itu akan kembali esok pagi.
Aku bangun pagi sekali, bergegas mandi dan menggunakan parfum dari sari sari bunga yang sejak dulu aku kumpulkan. Aku sudah tidak sabar melihat kisah cinta ini berakhir dengan indah. Aku bahagia sekali pagi ini, aku bersenandung kecil terbang menuju kamar lelaki itu. Lelaki itu juga sudah bangun, namun sepertinya dia tidak tidur semalaman. Entah dia terlalu bahagia atau berfikir. Kadang aku tidak tahu jalan pikirannya, dia kadang tidak pernah berfikir untuk sesuatu keputusan yang sulit, namun ia berfikir keras untuk sesuatu yang sudah jelas jawabannya adalah ya. Yaah, terserah lah yang penting hari ini dia datang untuk menemui gadis itu. Ingin rasanya aku menarik dia dari kasur untuk segera bergegas mandi tapi dia sedang berdoa sehingga aku harus menunggunya sebentar lagi. Aku menunggunya diluar rumah duduk dispion motor kesayangannya, memandangi pantulan wajahku diterpa mentari pagi berkilau kilau seperti berlian. Aku sibuk melihat matahari, karena bagi dunia peri matahari adalah satu satunya penunjuk waktu. Ibarat pria dan wanita, aku dan matahari saling membutuhkan. Sudah siang sepertinya tetapi mengapa lelaki itu tidak muncul juga. Aku gemas sekali aku bergerak untuk menyusulnya. Tetapi lelaki itu keluar dari pintu rumahnya aku menghela napas lega. Semangatku muncul lagi, aku duduk rapi dibahunya dan bersiap pergi ke bandara menjemput cintanya. Angin menyibakan rambutku, parfumnya yang khas menyusup dihidungku aku mulai terbiasa dengan wanginya. Aku menggoyang kakiku bersenandung menikmati perjalananku. Namun mengapa aku terlalu asing dengan jalan ini, aku rasa ini bukan jalan menuju bandara. Kecurigaan menelusup namun aku menenangkan diriku sendiri, mungkin saja lelaki ini hanya mencari jalan pintas untuk cepat sampai disana. Aku masih bersenandung tetapi lama lama mulai gelisah tak habis pikir dengan lelaki ini, apa dia tahu keberadaanku dan ingin membuatku mati gemas karena penasaran akan pikirannya. Akhirnya motornya terhenti pada sebuah tempat


Apakah lelaki itu benar benar akan menjemput Chelle dan mengulang kisahnya sekali lagi...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar