Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 6

Hari semakin senja, obrolan mereka terhenti ketika Chira ingin pergi ke sebuah Mall. Apa itu mall aku tidak tahu itu. Penasaran aku mengikuti mereka untuk melihat seperti apa Mall itu. Sepertinya aku sudah dapat membaca bagaimana sifat Chira dari obrolannya dengan lelaki itu. Dia terlihat seperti wanita yang sangat mandiri sampai sampai menolak untuk ditemani ke Mall. yah..memang nasib menjadi seperti peri sepertiku hanya menebak dan mengira saja. Untung saja lelaki itu memaksa untuk tetap menemaninya kalau tidak aku akan selalu penasaran dengan apa itu Mall. Aku menggelayut di bahu lelaki itu, hitung hitung menghemat tenaga daripada harus terbang terus kesana kemari lagipula tempat ini sangat ramai dan asing. Aku takut kehilangan mereka berdua. Ternyata mall itu tempat toko toko berkumpul, segenggam manusia juga berkumpul disini. Mungkin mereka ingin mencari sesuatu disini atau hanya sekedar berjalan jalan untuk menggelontorkan lemak yang bersemaram dalam tubuhnya. aku sibuk menyapukan pandanganku kesekelilingku mengamati pemandangan yang langka ini, banyak lampu berkelap kelip seperti bintang udaranya juga sangat dingin sampai menusuk tulangku. Setidaknya kalau saya sudah kembali ke nirwana, inilah yang bisa aku ceritakan pada temanku disana. Tentang pengalamannku mengunjungi sebuah tempat yang bernama Mall. Aku tersenyum sendiri membayangkan reaksi temanku yang penasaran ingin turun kesini untuk melihat seperti apa mall yang aku ceritakan. Mataku terus menyapu keseluruh penjuru ruangan ini, tiba tiba aku menangkap bayangan wanita cantik tiga tahun silam. Ya sepertinya itu Chelle, wanita yang selalu ada dipembicaraan lelaki itu, yang selalu ada dalam malam kelabunya, dalam isak tangis dan doanya. Aku tidak salah lagi, aku hapal benar dengan raut wajahnya walaupun hanya sekali saja bertemu dan walaupun dia lebih terlihat dewasa dan anggun sekarang. Aku berteriak dalam telinga lelaki itu, melompat-lompat dibahunya dan menendang nendang pipinya. Menyadarkan bahwa ada mata yang mengawasi dirinya bersama wanita bersama Chira itu. Tetapi usahaku tetaplah sia sia mereka tetap saja berjalan. Namun akhirnya lelaki itu menoleh juga dan menyapa gadis cantik itu mereka berpandangan kaku dan lelaki itu mencoba menyapa. Tapi gadis cantik itu membuang mukanya dan menghindari lelaki itu. Lelaki itu hanya memandang jauh dan kehilangan senyumnya lagi. Disampingnya aku melihat Chira dengan ragu ragu menepuk bahunya dengan raut muka yang tidak bisa diterjemahkan.


Sepertinya benang cinta mereka akan semakin kusut dengan kehadiran Chira dikehidupan Chele dan Adri, mampukah sang peri menguraikan kembali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar