Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 7

Malam ini sepertinya aku tidak bisa memejamkan mata. Aku kesal sekali dengan perempuan bernama Chira. Namanya saja sudah menunjukan betapa jahat perangainya. Hampir saja aku tertipu oleh gaya santainya, kepolosannya, dan kemandiriannya. Namun ternyata ia tetap penggoda lelaki. Aku dapat pastikan kalau Chira jatuh cinta pada lelaki itu, dari cara dia berbicara menatap dan memandang. Aku tidak pernah mengutuki orang yang jatuh cinta namun aku menghujat wanita yang mencari celah ketika sebuah hati sedang berlubang dan mencoba menciptakan senyuman yang pernah hilang. Tetapi sekali lagi aku tekankan untuk wanita yang bernama Chira aku dapat pastikan kau tidak akan berhasil menggantikan gadis malaikat dihati lelaki itu dan kamu tidak akan berhasil menciptakan senyum lelaki seperti dahulu. aku marah, marah sekali, aku menendang semua benda disekitarku membayangkan itu adalah wanita bernama Chira. Entah apa kesalahan Chira kepadaku yang jelas aku sebal padanya. Dia yang membuat lelaki itu kehilangan senyumnya kembali dan kembali masuk dalam senja kehidupannya. Aku bergeming dari tempatku sekarang melihat keadan lelaki itu setelah pertemuan senja tadi. Keadaan yang paling menyedihkan yang pertama aku lihat. aku berlalu dari pemandangan ini dan mengutuki wanita bernama Chira dan menarik pandanganku tentang dirinya tadi pagi yang menganggap dia adalah gadis paling menyenangkan yang pernah aku kenal. Tunggu aku besok, aku akan meminta pertanggung jawaban darimu, Chira. aku bersiap siap untuk tidur dan memikirkan segudang rencanaku untuk membantu lelaki itu.

Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Aku membasuh mukaku dengan embun yang menempel di dedaunan mencoba menghilangkan kantong mata yang menghitam. Pikiranku masih dipenuhi dengan kemarahan membuat aku bermimpi macam macam dan semuanya pasti sedang menyerang Chira. kalian pasti bertanya kenapa peri masih bisa bermimpi. Aku katakan ya pada kalian, mimpi itu penting tanpa mimpi kamu tidak tahu apa arti hidup hari ini dan tidak tahu untuk apa hidup esok hari. Tanpa mimpi kamu hanya tahu hidup hari ini saja, tanpa pencapaian, ikut arus dan sekedar bahagia saja. Tidak tahu disana ada sesuatu kebahagian lebih yang menunggu untuk kamu raih. Dan kalian tahu tidak kenapa mimpi datang saat kita tidur, karena mimpi itu keluar dari hati disaat kita tidak mengekangkan dengan pikiran kita. Disaat kita menenangkan dan mengesampingkan kemampuan kita disitulah mimpi akan hadir dalam pandangan kita. Setidaknya itu sedikit penghargaanku terhadap eksistensi sebuah mimpi. Lupakan masalah mimpi sekarang, lebih penting sekarang pergi mengikuti lelaki itu hari ini dan melanjutkan kisah ini.


Apa yang akan peri lakukan untuk membalas Chira..apakah benar Chira yang bersalah dalam masalah ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar