Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 14

Akhirnya motornya terhenti pada sebuah tempat, aku melompat dari bahunya dan melihat sekeliling walaupun aku belum pernah ke airport tapi sepertinya tempat ini bukan airport. Tidak ada pesawat terbang tidak ada lalu lalang kedatangan dan kepergiaan terlebih lagi tidak ada Chelle. Aku berteriak ditelinganya, memukul mukul pipinya menginjak kepalanya. Lelaki itu tidak bergeming ia dengan santai menurunkan tas bolanya. Benar benar hatinya sedalam samudra tidak dapat diukur dalamnya, aku tak tahu apa yang jadi maksudnya. Perempuan itu sudah menjatuhkan harga dirinya untuk memintanya berjuang untuk dirinya tetapi lelaki ini malah asik bermain futsal. Aku tahu dia mencintai futsal tapi dia pasti lebih mencintai wanita itu. Benar benar pusing dibuatnya. Aku menyerah mereka-reka hal yang baik tentang hubungan mereka. Percuma saja aku dan Chira mengusahakan yang terbaik untuk lelaki itu kalau lelaki itu tidak mau mengubah takdirnya. Percuma saja Chele menjatuhkan harga dirinya untuk mengiba cintanya. Ternyata lelaki ini sama seperti yang lain. Busuk menyebalkan mahkluk berjakun penyebar tangis untuk wanita.

Aku terduduk di lapangan futsal melihat lelaki itu bermain futsal bersama teman temannya. Tidak tampak dia kehilangan diraut wajahnya. Dia membuat bingung orang orang disekitarnya. Semua orang mencoba mencarikan kebahagian untuknya namun dia malah membuang kebahagiannya sendiri. Benar benar membingungkan dan aku ingin sekali memukulnya hari ini. Siang ini sangat panas dan lelaki itu sudah menghabiskan 3 jam untuk bermain futsal. Tidakkah dia bersalah membuat Chele menunggunya di bandara menunggu kedatangannya. Aku melihat sesosok wanita menghampiri lelaki itu tapi bukan Chele melainkan Chira. dengan muka merah padam ia menampar lelaki itu, nafasnya terengah engah seperti menahan amarah yang membuncah. Kemarahanku dan Chele sepertinya dilampiaskan oleh Chira. Wanita itu berteriak didepan lelaki itu, tapi lelaki itu tetap tenang menenggak air di botol minumnya. ‘’Aku tidak tahu mengapa aku mengenal lelaki tolol, lemah dan bodoh sepertimu. Tahukah mengapa ada lesbian didunia ini, itu karena lelaki tidak pernah menghargai wanita. Chele sudah meluruhkan egonya untuk mendapatkanmu tetapi mengapa kamu malah mengacuhkannya. Mengapa kamu mengatakan kamu sangat mencintainya kalau akhirnya kamu memperlakukannya seperti ini. Pesawatnya berangkat 1 jam yang lalu. Aku bersalah membuka luka hatinya lagi, aku pikir aku bisa menjadi malaikat bagi kalian, tetapi ternyata aku malah menjadi setan yang merobek hatinya lagi yang sedari kemarin sedang ia jaga. Aku bersalah pada Chelle, aku mengorbankan wanita hanya karena membantu lelaki tidak ada hati sepertimu. Aku menyesal membantumu” Chira mengungkapkan emosinya pada lelaki itu. Tetapi lelaki itu tetap diam tidak bergeming sampai akirnya wanita itu meninggalkannya sendiri. Lelaki itu berguman lirih dan mungkin hanya aku dan lapangan itu yang dengar. Karena aku adalah aku, kamu tidak pernah menjadi aku dan karena aku mencintai dengan caraku sendiri. Sepertinya kamu belum terlalu mengenal aku Anchira.


Ternyata lelaki itu tak jadi menjemput cintanya..mengapa ia melakukan hal itu..bagaimana sang peri dapat menyelesaikan kisah ini

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar