Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 11

Ternyata tamu didepan itu Chira, lelaki itu menyambutnya tetapi sepertinya Chira tidak ingin berbasa basi dengannya. Ia menyerahkan sebuah surat berwarna seperti warna pelangi urutan terakhir, ungu sepertinya manusia menyebut warna surat dengan sebutan itu. Lelaki itu mematung dan menerima surat itu. Sebelum ia sempat bertanya Chira sudah menjelaskan semuanya. “Surat itu dari wanitamu, jangan hanya baca tapi kejar cintamu. Dia sudah mengenyahkan segala egonya untuk surat ini. Masihkah kamu mempertahankan egomu. Egomu sendiri yang menghapus kebahagianmu. Kau jelek saat kehilangan senyummu, asal kamu tahu menyukai dan menikmati kesedihan bukan karakter pria sejati”. Setelah itu Chira berbalik badan dan pergi, lelaki itu tetap mematung memandang punggung wanita itu sampai larut di makan senja itu.

Lelaki itu membuka surat itu dengan pelan, aku sampai menendangnya gemas. Dia terlalu anggun untuk seorang pria semuanya dikerjakan perlahan seolah tidak ada waktu yang memburu kehidupannya. Dia terlalu santai dan aku terlalu penasaran ingin rasanya aku merebut surat itu dan buru buru membacanya. Akhirnya surat itu terbuka dan tercium wangi khas Chele yang lembut. Aku masih saja mengaggumi wanita itu walaupun sudah melihat emosinya kemarin. Memang tidak dipungkiri kecantikan fisik menjadi daya tarik semuanya. Kalo ada wanita cantik pasti makhluk berlipgloss lainnya akan memuji dan sibuk menjilat sana sini untuk menjadi temannya. Lelaki itu menghela napas dan mulai membaca surat itu, aku duduk dibahunya ikut membaca mengobati keingin tahuanku apa yang akan terjadi diantara lelaki itu, wanita itu dan tentunya aku.


Apa isi surat dari wanita 3 tahun lalu untuk lelaki itu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar