Senin, 14 Februari 2011

"Moon Fairy and Latvia"

Hai, tempat seperti apakah ini
Hingar Bingar namun semuanya bungkam
Ramai tapi tak dengar bisik sedikitpun
terdengar gemerincing tawa namun terlihat air mata menetes
aku tersesat di nirwana berbeda dan aku tak tahu dimana aku sekarang
hai, cepat jawab aku
Jawab aku dimana aku sekarang....cepat jawab aku
aku berjalan terus mengikuti kemana angin berhembus
namun seolah angin juga mengacuhkanku
ada apa ini? mengapa seperti ini?
aku kehilangan arah dan tidak tahu lagi akan berjalan kemana
yang terlihat hanyalah pasir, khayalan, fatamorgana kehidupan
aku terduduk lunglai disana berteriak
apakah ini yang bernama bulan, dulu aku rindu pergi kesana
tetapi mengapa semuanya terlihat impulsif dan asing
aku bertanya sekali lagi dimana aku berpijak sekarang
semuanya bungkam dan mengerjapkan mata
mungkin mereka juga baru menyadari bahwa mereka tersesat
Aku berlari dengan nafas yang juga seolah berlari
mencari arti mengapa aku berjalan disini
berlari terus berlari seperti takut terkejar bayang waktu
aku takut sendiri teman, mengapa kau meninggalkan aku
Dimana hangatnya matahari ketika aku membutuhkannya di tempat yang dingin seperti ini
Dimana sinar bulan ketika aku ada dalam kegelapan
Dimanakah turunnya hujan bulan juli ketika aku dalam kekeringan
Kemana larinya kicauan burung ketika hari hariku terasa sangat sepi
Kemana perginya bintang malam hari ketika aku membutuhkan peri kecil untuk menemani tidurku
sepertinya berteriakpun percuma mereka sibuk berlalu lalang
tanpa memperdulikan aku
akhirnya aku terjatuh, terduduk dihamparan pasir yang terasa merindukan air
tak perduli gaunku ini tercabik oleh benda yang seolah lebih tajam dari mata belati
aku hanya perlu berbaring, membaringkan tubuhku yang sudah lelah ini
mataku hampir terpejam, merindukan hangatnya pelukan boneka beleduku
mulutku merintihkan lagu pengantar tidur yang sering dinyanyikan sebelum aku terlelap
tapi bahkan suaraku tidak cukup punya daya untuk menyanyikan "Lullaby night"
sebutir kristal mengalir dari pipiku
Hei, apakah aku menangis. sudah lama aku tidak menangis
hingga melupakan bagaimana cara dan rasanya menangis
aku mendongakan kepalaku keatas
ada seorang wanita cantik namun menakutkan menghampiriku
tatapannya kosong tersimpan banyak kesedihan didalamnya
aku takut teman, aku takut sekali
namun aku tidak sanggup lagi berdiri apalagi berlari
aku hanya melihat matanya menelaah dimensi misteri di bola matanya
semuanya hitam, ia membawa mawar hyang warnanyapun hitam
apa itu artinya mawar hitam?apakah dia latvia pembawa berita?
dilemparnya mawar itu ketubuhku
dan terdengar sayup sayup dia bergumam
ketika ada awal maka ada permulaan
sebuah permulaan adalah sebuah akhir
akhir adalah awal dan awal berawal dari sebuah akhir
tak berawal maka tak berakhir
tak berakhir maka tak berawal
tak ada akhir karena tidak ada awal
Berbahagialah karena semua berakhir

Aku tersenyum padanya
Tak tahu mengapa bibir ini mampu untuk memberikan lengkungan kecil penghias rona
dan tiba-tiba aku merasa semuanya yang aku punya meninggalkanku
bahkan udara yang sangat dekat denganku meninggalkanku
Hai, kemana kau akan pergi meninggalkanku?
Hai, dengar tunggu aku
semuanya hening tanpa suara
aku berusaha memanggilnya namun tak ada suara yang terucap
dan tanpa terasa aku menjauh pergi dan mungkin tak kembali

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar