Jumat, 18 Februari 2011

Love-Latte

Terinspirasi saat aku sedang menuju perjalanan pulang
Ditemani suara penyiar radio dan klakson diluar jendela sana
Pikiranku melayang-layang mencari apa yang aku cari
Pernahkah kalian berpikir kopi sama seperti cinta
Mengapa tiba tiba aku mendapatkan hal itu
Karena hari ini hidupku dipenuhi dengan kopi namun tidak oleh cinta
walaupun aku tidak suka kopi, tapi aku tidak bisa berkata aku tidak suka cinta
kesamaan antara kopi dan cinta aku sebut dengan Lovelatte
Seperti seorang barista yang menyerahkan kehidupannya
Hanya untuk secangkir kopi
Menggadaikan seluruhnya untuk menciptakan suatu kopi yang enak
Dan seperti pemuja cinta yang mengenyahkan seluruh kehidupannya
Untuk bertekuk lutut membuang angan-angan
Hanya untuk sejumput cinta
Seperti kopi yang pahit, cinta juga tececap pahit
Namun masih ada orang yang tergila-gila dengannya
Katanya dalam kepahitan itu setelahnya kita akan menemukan kebahagian
Apakah itu benar. Tapi apa kalian mau meminum pahitnya dulu baru mencecap manis
Dan katanya kopi adalah sumber inspirasi
Terlihat banyak penulis menghabiskan waktunya dikedai kopi
Hanya untuk mencari sebait tulisan
Ia membiarkan giginya ternodai dengan kopi hanya untuk mencari ilham
Cinta juga bisa menjadi sumber inspirasi
Mengubah seucap salam menjadi cerita
Mengubah secuil senyum menjadi lukisan
Mengubah sebaris kata-kata menjadi puisi
dan Klakson di belakang mobil mengaggetkanku
Dan aku kembali kedunia nyata
Membuang anganku tentang keduanya
Kembali terdiam membelah malam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar