Jumat, 28 September 2012

Keputusan Tersulit

Ini sakit..sakit sekali..seperti mencabut sesuatu yang tertikam dalam-dalam..
tetapi ini semua harus dicabuut..tidak boleh dibiarkan..supaya aku tidak mati berdarah-darah dan lukannya membusuk..karena tikaman dalam yang dibiarkan saja supaya aku tidak sakit saat ini..

Aku tidak tahu mengapa..setelah hari itu berbicara sangat jelas dan klise kamu tidak bisa menjadi sesuatu dalam hidupku..kamu tidak mau beranjak dari sana..
seolah memberi aku seberkas sinar yang redup padam kadang terang dan redup lagi..tidakah kamu sadar aku lelah dengan semuanya..

Aku tahu, munafik kalau bilang aku menganggap semua itu tidak ada dan sia-sia..bohong, kalau aku tidak pernah menganggap kamu ada..tapi yang penting sekarang..bagaimana aku menyobek lembaran itu dan menyimpan kenangan yang baik saja tentang kamu dan memulai lembaran baru lagi dengan rasa yang berbeda..aroma yang berbeda..aroma abadi yang tiada berakhir yang bernama lingkaran pertemanan..bukan itu lebih baik..sangat baik..aku tidak usah menunggu dan mengejar..kamu juga tidak usah merasa bersalah seolah memberi harapan..semuanya sudah klise sangat jelas dan real..

Hari itu kamu membuatnya semua itu abstrak lagi..membuat aku terjatuh lagi dan berpikir lagi aku tidak bisa kehilangan kamu..sudah terheliosentris dan butuh kamu.. tapi sekarang aku ingin memberikan keputusan tersulit yang pernah aku buat.. keputusan yang entah mungkin aku sesali atau aku tangisi dikedepannnya...atau bahkan membuat aku sangat lega dan bebas..aku tidak tahu, namun apa yang terjadi aku harus membuat keputusan tersulit ini.. aku memutuskan untuk melepas kamu pergi dan menarik sauhku untuk berlayar lagi..tidak perduli kamu akan berteriak atau berbisik pada angin untuk menahanku diam..aku akan tetap pergii..tapi aku yakin kamu akan baik baik saja..karena pada awalnya kamu memang tidak akan pernah ada untuk aku..dan tidak ada rasa untuk aku..

Kalau tidak dengan cara seperti ini, aku akan selalu meminta kamu untuk mencintaiku.. mungkin tanpa aku sadari semua yang kamu lakukan adalah karena seolah saya meminta atau kamu yang terlalu baik untuk mencoba... jadi carilah orang yang tidak pernah meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya..Aku cuma ingin melepas kamu pergi. Sebelum kita berdua berontak, dan jadi saling benci. Atau bersama-sama cuma karena menghargai. aku harap kamu mengerti?..jadi bukan karena aku tidak mau melihatmu lagi..aku mau jadi temanmu..tapi sampai hati ini bisa yakin..tidak ada perasaan yang keluar dari sana setelah melihatmu lagi.. aku lelah menahan-nahan rasa dan membebat erat rasa yang keluar meranggas dengan sendirinya..yang nantinya mungkin akan tumbuh dengan garang mencekik aku karena aku tidak tegas dalam memberi keputusan..


Mungkin terdengar terlalu mengaggungkan apa yang dinamakan harga diri..tetapi aku memang tidak mau membiarkan sakit yang hanya ditunda untuk menjalar..jadi aku putuskan sekarang untuk tidak menemui kamu.. kamu perlu ingat..Hati tidak pernah memilih. Hati dipilih. Jadi, kalau kamu bilang, kamu nyaman dengan saya dan tidak akan melupakan saya, selamanya kamu tidak akan pernah tulus mencintai saya. karena perasaan itu beda dengan rasa cinta.. Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.. 


Aku percaya suatu saat nanti..kita akan bahagia.. kita punya kesempatan untuk dipilih cinta, dan berserah pada aliran yang membawanya. Ke mana pun itu. Hati selalu tahu..karena cinta dan hati itu sama..sama-sama bebas, seolah tanpa tujuan. Namun, angin selalu bergerak ke satu tempat..dan yang kita butuhkan hanya kejujuran.. Kejujuran yang seolah bergerak bersama- sama, langit pun mulai merintikkan hujan sampai apa yang lama tak terungkap akhirnya pecah, meretas, dan Bumi melebur bersamanya.. walau sulit sekali..tapi aku melepaskanmu untuk hari ini, esok dan selamanya..



  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar