Minggu, 09 September 2012

Silent is Golden

Strees dengan "bayi"ku#skripsi..membuat aku ingin meluapkan semua..namun seperti perasaan ini terlalu berlebihan..aku menyampah dimana-mana..aku bercerita kemana-mana..mengomentari apa-apa semuanya..tanpa berfikir lagi..kamu pikir kamu pintar avrenita..komentarmu membuat kamu mati..orang orang menjatuhkan kamu lebih lebih lebih..lihat betapa dangkalnya mulutmu dan kosongnya tempurung kepalamu..dimana kamu menyembunyikan otakmu..aku merasa bersalah dengan daya kapasitas otakku ini..berkata tanpa berfikir.. 

Aku bercerita dengan orang yang salah sepertinya..semoga apa yang aku perjuangkan merupakan yang terbaik buatku dan tidak perduli apa yang dikatakan oleh yang lain tentangku..keterlaluan..terlalu roman picisan..sebagaimana kuat aku membisikan kataa "jangan percaya itu, dia hanya berteman" tapi semakin hal itu meranggas keluar..membisikan satu nada yang berkata aku butuh..walaupun sering naik  turun 0%,70% bahkan 100% dan caterris paribus..tapi aku bisa menyatakan aku jatuh cinta..tapi aku malu mengatakan..tidak mampu mengatakan aku butuh kamu..tapi aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama..aku berjuang sama seperti aku berjuang untuk "bayi"ku

Apa mungkin sekali lagi aku terlalu gegabah untuk berkata ya..apa lebih baik aku diam saja...seperti biasa..hanya memantau dari kejauhan..mengomentari di blog atau agenda pribadi..tanpa berani berkata dan berteriak..karena sekali aku berkata, selalu membuat kesalahan dan aku menyesal..menyesal hingga merenggut dada..hingga tidak berani memejamkan mataa.. aku hanya berani berkata maaf..walaupun itu mungkin dipandang sebelah mata..

Mungkin aku selama ini bertanya dan berkata pada orang yang salah sehingga aku terombang ambing..mungkin sudah saatnya aku berjalan sendiri mengambil kepastian..bukannya sendiri itu lebih baik..tidak perduli dengan kata orang..ambil keputusan dan menerima konsekuensinya..setidaknya kamu sudah mencoba..bukan kata orang..kata orang itu..dan aku memutuskan untuk "MENGEJARNYA" mendapatkannya sampai aku tidak penasaran lagi. sampai aku tidak dapat mengusahakan apa-apa lagi..sampai aku tidak bisa bernafas lagi untuk mengejarnya..dan sampai aku tidak dapat mengeja lagi nafasnya yang memburu disudut telingaku..sampai benar benar terbukti bahwa diam itu memang lebih dari sebuah emas


Puncak, 8 September 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar