Kamis, 24 Maret 2011

Andromeda berlalu

Gadis itu lagi
mengapa selalu ada gadis itu disetiap penglihatanku
ada di pikiranku setiap waktu
seperti bayangan yang selalu mengikuti
aku sudah berusaha untuk mengenyahkannya
berusaha menjauhinya memikirkan apapun yang buruk tentangnya
namun ternyata aku gagal
semakin aku menjauhinya senyumnya semakin mendekat
semakin terasa nyata terasa jelas hangat nafasnya
semakin jelas dia memanggilku, memanggil namanku dengan penuh keceriaan
tanpa pernah ia takut memandang hari esok dimatanya
yang ada hanya terpancar ketulusan dimatanya
yang mau berteman denganku yang hina
yang tidak berarti bahkan bagi keluargaku sendiri
sekali lagi aku berusaha membuang jauh tentang perasaanku padanya
namun lagi lagi ia merengkuh kelemahanku
dengan bergelayut manja dilenganku
menceritakan segala cerita menariknya padaku
tanpa ia takut aku akan meremukan tubuhnya
menghancurkan asa dan harapan
sebenarnya aku tidak pernah berfikir akan jatuh cinta pada gadis sepertinya
gadis yang terlalu banyak memakan kasih sayang ibundanya
gadis yang hanya bisa merengek dibelikan lipstik kepada ayahnya
gadis yang hanya bisa melompat kesana kemari tanpa kedewasaan
tapi dia berbeda dari yang aku kira
dia gadis yang paling sempurna yang membuka pikiranku
membuang kontemplasi paradigma yang salah terhadap dirinya
aku kira aku takkan bisa berbagi dengannya
melihat kesetaraan kita yang tidak sama
Dia menyukai gaun, aku hanya memakai kaus yang warnanya pudar termakan waktu
Dia memakai heels dan aku hanya berkutat pada sneakersku yang entah sudah berapa kali dijahit
perbedaan yang memuakanku namun ternyata malah memabukanku
mabuk karena masuk dalam anggur cintanya
yang seharusnya sebisa mungkin untuk dihindari
siapa yang tidak jatuh cinta padanya
dia sangat menarik, terlalu menarik menjadi seorang gadis
membuat semua orang akan jatuh cinta apabila mengenalnya
membuat aku rela menghabisi pria yang mencoba menggodanya
membuat aku rela bertarung mati-matian untuk melindungi pemberiannya padaku
aku rasa aku menjadi gila..lebih gila daripada sebelumnya
yaa, memang aku tergila-gila pada gadis itu
gadis yang tadinya tidak terfikir untuk menjadi temanku
gadis yang tadinya aku hindari untuk didekati
namun sekarang hanya dia yang mengisi hari-hariku
mengajarkan aku membuat bingkai senyum yang bahkan aku sudah lupa caranya
mengajarkan aku untuk tidak takut menangis lagi
mengajarkan aku arti bersyukur dan membuka mata dihari esok
mengajarkan aku mencintai seseorang sekali lagi untuk pertama kalinya
dan hari ini berbeda dengan biasanya
"Androo" dia membisikan namaku ditelingaku
menyapaku dengan hangat seperti biasa
namun sepertinya aku tak bisa lagi menahan perasaanku
aku mencintainya terlalu mencintainya
kupandang lekat-lekat dia dan dia memandangku dengan tatapan hangat
aku semakin terbakar didekatnya, senyumannya membuatku kehilangan akal sehat
aku menginginkan dia sepenuhnya..tidak akan membiarkan seorangpun melukainya
aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama dia peri kecilku
aku ingin hanya bibir ini yang menciumnya dan hanya tanganku ini yang memeluknya
dan aku tak bisa menahan lagi..bibirnya terlalu indah untuk dilihat
aku mendekatkkan bibirku ke bibirnya merasakan setiap hangat nafas dan ketukan nadinya
menghadirkan perasaan yang luar biasa dalam hidupku
namun aku merasakan setitik berlian mengalir dari sudut matanya
Ia tak mampu berkata apa lagi, dia terlalu baik untuk tidak menamparku
Aku merasakan bayangannya pergi meninggalkanku
merasakan kepedihan dan kekecewaan dibalik setiap langkahnya
aku dapat merasakan kekecewaan, kemarahannya padaku karena aku Wanita sama seperti dia
sedetik kemudian aku mengutuk diriku sendiri
mengapa aku tidak dapat menjaga perasaanku membukanya tanpa perasaan
yang menghancurkan dirinya
kini gadis itu menangis meninggalkanku..tidak akan kembali membawa senyuman itu
hanyalah tingal disini seorang wanita yang kehilangan satu kepak sayapnya
seluruh cakrawala meninggalkannya..menjadi sebuah andormeda yang berlalu
hanya ada kekosongan, diam dan kepiluan yang menyelimutinya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar