Senin, 13 Juni 2011

Romance of Adrielle Part 3

Setetes embun membangunkan dari tidur indahku. sinar matahari menyembul menyilaukan penglihatanku. aku mengerjap-kerjapkan kedua mataku, menggerutu dan menendang daun daun disitu. Tetapi kekesalanku terhenti melihat lelaki itu keluar dan mengeluarkan motornya. Aku segera terbang kearahnya dan aku mencari wajahnya, tapi hanya menemukan wajah kelabu seperti kemarin. Jelas bukan menunjukan kelelahan yang dapat dihapus oleh istirahat semalam namun karena ada satu alasan yang membuat hari-harinya terlihat sangat menyedihkan. Wajahnya seperti buku menurutku, sangat menarik untuk dibahas dan ditelaah karena menyimpan banyak misteri didalamnya. Terkadang menyiratkan keteduhan hatinya, terkadang menyiratkan kepedihan yang dalam. Hatinya seperti samudra yang mendalam, butuh sedikit keberanian untuk menyelaminya bukan hanya berkecipak dalam permukaannya. Matanya tercemin seperti pelangi, pelangi yang mengandung banyak warna. Banyak piasan warna yang menyusunnya membentuk keindahan juga harapan. Ada juga matahari senja dan bintang bintang malam pada tatapan matanya. Menghanyutkan dan membuat penasaran. Seadainya ada yan bertanya mengenai mata siapa yang paling indah yang pernah aku lihat. Dengan tegas aku menjawab matanya. Telinganya aku yakin adalah telinga yang paling cantik. Bukan karena bentuk daunnya tapi karena kamu seorang pendengar yang baik. Sehingga berbicara denganmu adalah salah satu obat pelipur lara. Karena aku tau, dia selalu mendengarkan sepenuh hati. Tak pernah menampakkan wajah bosan atau meremehkan. Dan dia mendengarkan semua hal yang baik. Aku masih membayangkan, dia memiliki selera musik yang bagus. Mendengarkan curahan hati sahabatnya, tentang putus cinta atau tentang patah hati lalu cemburu bahkan pertengkaran. Senyumnya seperti kembang api yang membuncah ke angkasa, berani bertaruh senyumnya menularkan senyum untuk semua orang yang memandangnya membunuh semua dendam yang menyembul dalam hati. Apakah dirinya tahu betapa ajaibnya senyumnya yang kini sedang hilang entah kemana.


Apakah peri itu mulai jatuh cinta dengan lelaki itu dan, Apakah sang peri mampu mendapatkan misteri akan pertanyaan batinya sendiri?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar