Kamis, 09 Juni 2011

Romance of Adrielle Part 1

Aku mencoba untuk menulis sesuatu pada hari ini. Sebuah kisah yang sederhana namun berisi banyak makna yang terselip. Hanya kisah dua insan manusia dan seorang peri yang sedang mencari jati dirinya. Sebuah cerita cinta yang sejati yang diambil dari buku harian seorang peri yang baru sadar akan pentingnya arti cinta dalam kehidupan seorang wanita

Panggil saja aku peri ,tapi aku tidak tahu aku siapa. Aku hanya berpendar pendar mengelilingi tempat aneh ini. Tempat yang penuh lalu lalang orang yang sama sekali tidak menghiraukan aku. Padahal aku seorang peri yang siap membantu mereka. Aku hanya terdiam menyusuri cakrawala yang kelabu hari ini. Menunggu seseorang untuk diamati. Ya hanya mengamati saja tanpa dapat merengkuhnya apalagi menyapanya. Seolah aku hanyalah debu yang kasat mata yang keberadaannya hanya sebagai penghias rona kehidupan ini. Mengamati angin bermain bersama rumput atau bernyanyi bersama burung burung itu saja yang aku kerjakan selama ini. Sungguh pekerjaan yang membosankan aku ingin sekali mengerjakan sesuatu yang lain.

Ingatanku terbang tiga tahun silam pada siang hari itu, ketika aku bertemu seorang manusia pria. Pemuda itu berbeda dengan apa yang aku lihat kebanyakan. Senyumannya berbeda dengan sorot matanya. Aku tidak tertarik pada fisiknnya karena aku seorang peri yang mempunyai posisi berbeda dengannya. Namun aku tertarik dengan kehidupannya terlebih makna dari sorot matanya. Terbesit sungai Indah namun menghanyutkan siapa saja yang berani menyelam didalamnya. Aku terus mengikutinya dan memperhatikan setiap langkahnya seakan tidak ingin tertinggal satu momen dalam hidupnya. Pemuda itu tidak menyadari keberadaanku disampingnya, aku juga tidak mengharapkan dia menyadari keberadanku karena yang aku inginkan hanyalah mengetahui sepenggal kisahnya yang menurutku lebih berwarna dari kehidupanku yang begini saja. Pemuda itu tetap menaiki sepeda motornya tanpa menghiraukan matahari menyelusupi kulitnya dan diam-diam membakarnya. Ia tetap mengendarai dengan tatapan kosong tanpa arti namun dimulutnya tetap tersunggging senyuman sambil bersiul siul melewati jalanan yang ramai oleh deru mobil. Ini menambah rasa penasaranku menggerus keingin tahuan dan membiarkan aku terbang mengikutinya

Siapa lelaki itu dan kemana angin akan membawa peri tersebut mengikuti lelaki itu? to be continued

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar