Jumat, 25 Januari 2013

Surat Cinta Hari ke-2 #Teruntuk sastra yang saya kagumi

dari wanita pengaggum sastra

Selamat pagi sastra..
tidak penting memikirkan kapan tepatnya saya menyukai anda..
tapi yang terpenting sampai hari ini saya masih dan akan terus mengaggumi anda..

Apakah kamu tahu sastra,
Bisa Mengenalmu itu adalah sesuatu..Mungkin seperti mengenal candi..Ada relief-relief yang tiap lekuk berbeda makna...Ada ruang-ruang tersembunyi di dalam...Dihiasi arca-arca yang indah..Megah..aku terhanyut oleh setiap lekukanmu..membuatku kaget..ingin lepas tapi ingin melihat lagi jauh kedalam..Terdapat rahasia pada setiap sisi...dari sisi penghadap matahari terbit...sampai sisi penghadap laut..

kalau ide itu bisa diibaratkan sebuah gunung, maka kamu adalah celah celah batu di punggung gunung yang sejuk. Beserta rimbun semak kamu membuat aku ingin berlama lama duduk. Berlindung dari panas, dari angin, sejenak menikmati teguk demi teguk air, remah roti ataupun berbotol-botol yogurt. Aku kemudian terjepit diantaranya, diantara ceruk ceruk itu. Aku akan senang duduk di salah satu batunya, memandang jauh ke bawah, ke bawah jauh dan bukan ke atas. Aku lalu melupakan puncaknya, yang tinggi dan menggairahkan..membayangkanmu seluruhnya mengalir..semua perasaan tertuang..menggerojok dengan deras..meletup-letup sehinggu sulit untuk dibendung..


Apakah kamu tahu sastra,
ketika kamu hilang..seketika kemampuan itu mati..sulit untuk merangkaikan satu unsur menjadi kesatuan seperti biasanya..sewaktu ada kamu..Seperti itulah kamu membunuh ide. Menjungkirbalikkan kosakata, menghapus huruf huruf yang biasa mengalir dari ujung jari jari..

Lalu tersadar, tidak ada yang lebih menyenangkan melebihi kenyataan...Menuliskan cinta secuilpun tidak lebih menyenangkan daripada merasakan cinta...Mengucapkan sayang dari mulut ke telinga lebih menyenangkan daripada menuliskan sayang dari jari ke mata, lalu menyayangimu..
Kemudian cemburu jauh lebih menyebalkan daripada hanya menulisnya di kertas.

Apakah kamu tahu sastra,
Aku pernah menari-nari di jantungmu, berusaha dengan sekuat tenaga mendetakan irama dengan telanjang kaki disana. supaya menyimpan suaranya disana supaya kamu bisa mendengar..

Aku pernah ada di sudut kerling matamu, aku pernah bersembunyi berusaha menciptakan senyum yang berharap tetap disana selamanya..walau hanya disudut matamu saja aku menaruh bayanganku..

Aku pernah mencoba bermain kepalamu, bermain ayunan, menelusuri prosotan meluncur dan turun di hati. Sesampainya disana, ada trampolin. dengan paksa aku harus menaruh bayanganku dimata supaya kamu melihat aku..dengan susah payah aku mencoba melompat-lompat dengan riang dan begitu lelah aku segera ke lenganmu. Disitu hangat, aku suka..

Aku juga sering bermain di telingamu. Aku mengalirkan suara dan membiarkannya menggema di sana. Entah iseng mengeja namamu, cerewet mengingatkanmu, berbisik manja, atau menyanyikan melodi rindu. kamu kira aku bercanda? kali ini aku tidak bercanda..

Aku juga sering mengunjungi mata kakimu, disitu aku akan membawa kamera, kupotret langkah-langkah yang kau pijak, kemanapun di seluruh dunia. mencoba menyelami duniamu karena disana aku ada..

Aku juga suka duduk duduk di sela jemarimu. Di situ daerah hangat kedua setelah lenganmu. Maaf, aku suka tak sengaja tertidur disana. 

Jadi sastra, sadarkah kamu?
Ada aku yang mencoba menjejaki semuamu. 
Ada aku yang ingin menjadi udaramu. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar