Jumat, 18 Januari 2013

Di Jariku


DiJariku
terdapat penentuan dari sebuah pilihan yang tak berani aku ambil
dipermukaan mataku kau mengeja luka, 
lalu memaksa bibir mengucapkan salam perpisahan yang paling takut aku ucapkan
mengejamu dan membaca kata demi kata..aku masih begitu fasih untuk mengeja rindu dimukamu..
tapi kita menghancurkan pilihan dan tak tahu bagaimana cara mengembalikannya

Dijariku
terdapat kesempatan untuk mengubah segalanya yang menjauh
sementara air hangat dipelupuk mata sibuk mencari jalan pulang, takdir melingkar tenang dijarimu
serupa kegagalan yang memaksa untuk diingat. aku tak mampu menulis ditanganmu sebab sebuah genggam tak cukup menahan puluhan rencana kepergian..aku begitu hapal cara menemukan tapi tak pernah paham bagaimana cara bertahan

Di jariku
seperti sebuah pena untuk menguraikan wajahmu
di jendela bekas embun air hujan 
di pasir kering yang merindukan didatangi ombak 
atau diudara dimana kamu selalu berada
kalau boleh akan ku lukiskan pelangi monokrom sederhana untukmu 
mungkin kau bertanya kenapa tidak berwarna 
sederhana saja supaya kamu tahu bagaimana aku tanpa kamu
tentang rindu yang lumpuh di tengah jalan dan cinta yang mekar di tempat lain. jauh dari yang tak akan kembali. jauh dari yang tak pernah terjadi.di dadamu ada tulisan yang tak pernah selesai. 

sebenarnya jariku adalah batas cakrawala rindu..untuk terhubung denganmu


I sent this song for you..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar