Sabtu, 12 Mei 2012

sepagi ini kita berpisah



Kalau ide itu bisa diibaratkan sebuah gunung, maka kamu adalah celah celah batu di punggung gunung yang sejuk. Beserta rimbun semak kamu membuat aku ingin berlama lama duduk. Berlindung dari panas, dari angin, sejenak menikmati teguk demi teguk air, remah roti ataupun berbotol-botol yogurt. Aku kemudian terjepit diantaranya, diantara ceruk ceruk itu. Aku akan senang duduk di salah satu batunya, memandang jauh ke bawah, ke bawah jauh dan bukan ke atas. Aku lalu melupakan puncaknya, yang tinggi dan menggairahkan..membayangkanmu seluruhnya mengalir..semua perasaan tertuang..menggerojok dengan deras..meletup-letup sehinggu sulit untuk dibendung..

Dan ketika kamu hilang..seketika kemampuan itu mati..sulit untuk merangkaikan satu unsur menjadi kesatuan seperti biasanya..sewaktu ada kamu..Seperti itulah kamu membunuh ide. Menjungkirbalikkan kosakata, menghapus huruf huruf yang biasa mengalir dari ujung jari jari..

Lalu tersadar, tidak ada yang lebih menyenangkan melebihi kenyataan...Menuliskan cinta secuilpun tidak lebih menyenangkan daripada merasakan cinta...Mengucapkan sayang dari mulut ke telinga lebih menyenangkan daripada menuliskan sayang dari jari ke mata, lalu menyayangimu..
Kemudian cemburu jauh lebih menyebalkan daripada hanya menulisnya di kertas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar