Sabtu, 12 Mei 2012

blind date, OhmyGod I'm Blind part 2

aku mengharapkan ada sambutan dari sana..ada respon dari sana..entah tawa atau hujatan..yang penting aku mau dengar reaksinya tentang hal itu.. hal yang sebenarnya memalukan tetapi aku terpaksa melakukannya..karena desakan ya tekanan lebih tepatnya. tapi disana masih tetap dia..hanya bunyi gemreksak angin mencapai speaker telephone. nafas menggantung tapi aku tahu dia masih disana..aku masih menunggu dengan harap..dia akan marah dengan rencanaku atau malah tertawa..aku berharap dia marah..aku berharap dia memakiku..meyakinkan aku bahwa aku akan mendapatkan yang terbaik tanpa lewat cara ini..lagi lagi aku berharap banyak dari pria ujung jendela ini..aku berharap dari satu sisi mata uang..hanya satu sisi tanpa dapat meminta untuk melihat ujung satunya lagi...tapi disana masih diam..

Sekarang berganti deritan korden dijendala kamarnya yang mengisi pembicaraan kita. dan aku masih menunguu masih menunggunya memberikan reaksi..setidaknya tertawa..apabila tidak seperti yang aku inginkan.. minimal kamu tertawa..masih tidak ada jawaban dari sana..akhirnya aku menyerah dan memutuskan pembicaraan kita yang menggantang seperti kepulan asap dari satu cangkir kopi dipagi hari..awalnya meliuk indah dari kopi yang wangi, membubung keatas seakan melambai siapa yang menciumnya tetapi akhirnya hilang..tergantung diudara dan akhirnya menghilang..aku memutuskan pembicaraan ini tanpa ada satu kata keluar darimu..aku tidak bisa menebak apa reaksimu akan rencanaku..tapi aku menunggu..menunggu reaksi itu sampai besok pagi.. dan akhirnya ini menjadi titik pembeda di tahun tahunku yang kemarin..tidak ada titik dipembicaraan kita tahun ini..tidak ada ulangan ucapan ulang tahun seperti kemarin..kita berakhir dalam diam..dalam bisu..dalam ketidaktahuanku..dan reka-rekaku terhadap dirimu..benar-benar tidak bisa dimengerti..kamu seperti udara, dan aku air, kita bergerak, kita mengalir tapi kita tidak akan pernah bertemu..

dan aku menutup teleponku dengan setengah hati..melemparkan pandanganku kesana..dan dia masih disana..lalu menutup tirainya..benar-benar membingungkan..apa dia marah..aku mengharapkan dia marah..memang..tapi bukan diam..bukan diam seperti ini..seketika aku sadar..tahun ini berbeda dengan tahun kemarin..akhirnya tidak seperti ini..dia biasanya sibuk bercerita sampai aku tertidur dengan sendirinya..dan keesokan harinya akan membawa hadiah yang tidak pernah disangka akan datang darinya..dan dia tidak berkata apa-apa saat aku benar benar senang menerimanya..dia romantis..selalu romantis..dia baik..terlalu baik..dia malaikat..satu level dibawah malaikat..oleh karena itu mungkin terlalu sulit untuk menggapainya..aku cukup seperti ini menjadi teman malaikat..yang tidak akan tersentuh..dan tidak akan berani menyentuh..atau bermimpi menjadi malaikatnya..karena memang kami berbeda..dan aku tidak berani menerima kenyataan bahwa kalau dipaksakan memang tidak bisa..jadi lebih baik membebat erat perasaan..menggunting awal benih akar sebelum semua rimbun dan sulit ditebang..dan menghasilkan bunga bunga yang menggelesar keluar diudara dan sering kita sebut itu cinta..

keesokan harinya aku terbangun dengan pura pura tidak menunggu sesuatu..aku tahu dia penuh kejutan..aku membohongi hati untuk tidak terlalu menunggu dia..tapi hati tidak pernah berbohong..ya aku menunggu dia memberi kejutan dipagi ini..sebelum aku menjejakan kakiku diusiaku yang semakin menambah saja..aku menggosok gigi dengan santai..menyisir rotiku dengan pura pura bersemangat..tapi tidak bisa berbohong..aku menantikan dia datang..membawa kejutan..tiba tiba belku berbunyi..aku bersemangat lagi..aku yakin itu pasti dia..dengan menyiapkan muka biasa biasa saja tidak terlalu sumringah menyambutnya aku membuka pintu..aku berpura-pura menyambutnya seperti biasa padahal rasanya aku sudah tidak memijak tanah..tapi ternyata bukan dia yang datang..pak somad yang datang menagih bayaran keamanan..dan semuanya jatuh ketanah lagi..terinjak-injak patah..aku sudah pernah berpikir bahwa lelaki itu realist, kalau tidak ada interest pasti dia tidak akan memuja wanita seperti itu kalau dia tidak menginginkannya..dan aku sadar dia tidak ada apa-apa denganku..jadi sekarang bukan saatnya untuk berharap banyak padanya..atau aku tidak akan bisa menyelamatkan hati dan tangisanku untuknya..

"Please, abel, don't be crazy..dia cuma sekedar teman baik yang sedikit memberikan bantuannya pada kamu..dia baik pada semua orang bukan hanya dengan kamu..dia memuja semua orang seperti memuja kamu..dia mencintai semua orang dan bukan cuma kamu, jadi jangan pernah berpikir lebih dengan perlakuannya dengan kamu"..aku mencoba memakukan perkataan itu pada hatiku..dan mulai sekarang aku akan berhenti untuk berharap pada mu ada setitik perasaaan lain kepadaku..aku akan mencoba hidupku sebiasa mungkin..berjalan bersisian..beriringan tapi tidak berdekatan..karena itu akan membuat kita tercekik, sakit dan mati satu sama lain..jadi lebih baik seperti ini..tetap seperti ini..kadang melayang dan terjatuh..dan aku tidak akan membiarkan perasaan aku melayang melebihi batas karena aku tahu suatu saat itu pasti akan terjatuh dan semakin tinggi perasaan itu akan lebih menggigit sakitnya apabila dia jatuh..

dan aku menyadari bahwa tahun ini akan berbeda..dia berbeda dari tahun biasanya..dan aku harus bisa menyadari bahwa dia bukan milikku dan suatu saat dia akan pergi dengan wanita yang benar-benar dicintainya dan butuh ia jaga sepanjang hidupnya..dan aku hanyalah sepenggal teman terbaiknya yang hanya bisa terus mensupportnya tanpa bisa untuk merengkuhnya..aku harus mulai membiasakan ini..tanpa terasa aku bergantung padanya selama ini..tanpa aku sadari..walaupun dia selalu berkata aku wanita paling mandiri yang pernah dilihat dalam hidupnya..tapi aku merasa aku sudah bergantung padanya..seperti hari ini..aku terbiasa melihatnya menunggu didepan pintu namun sekarang kenyataan itu berganti..seharusnya aku sadar..hal ini akan datang cepat atau lambat..dan sang waktu memilih hari ini..untuk membangunkan aku bahwa memang dia hanya bisa sebatas ini..sebatas jarak jendela kamar kita..kita bisa melihat melemparkan senyum tapi tidak boleh direngkuh oleh taman..aku harus membiasakan  ini..kenyataan bahwa dia tidak ada rasa padaku..hanya ekspektasiku yang menari diluar batas saja..

Aku harus secepatnya menjalankan misi blind dateku sebelum terlambat..pikirku dan secepatnya meraih blackberryku dan melihat daftar contact lelaki yang dulu pernah mengisi hariku dan aku tolak karena aku masih mengejar karir..seperti menjual produk dalam ilmu marketing..aku mulai megganti profil BBMku yang terbaik dan menunggu ada komentar yang masuk dalam ruang chatku..sepertinya aku harus menunggu lama untuk mendapatkan satu orang yang akan jadi blind dateku..aku harus menyiapkan semua apabila dia tiba tiba mengajakku bertemu dengannya..dan aku membulatkan tanda di agendaku dengan spidol warna merah dengan tulisan keterangannya
"Blind Date Mission-1: Select the target"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar