Minggu, 10 Februari 2013

what the most difficult thing to do in this world

"Apa menurut anda hal yang sulit untuk dilakukan didunia ini"

mungkin kalian sering mendengar kata-kata ini di ketika kalian dihadapkan dalam suatu wawancara atau pertanyaan dalam beauty pegeant..atau mungkin saja kalian suka menantang kontemplasi kalian sendiri tentang apa yang menurut kalian susah untuk dilakukan..

saya pertama kali mendengar pertanyaan ini ketika menonton teman saya yang mengikuti sebuah acara kontes kecantikan yang diadakan di kampus saya..ketika mendengar pertanyaan ini saya sontak diam dan membayangkan apabila saya menjadi salah satu wanita yang beruntung dan mendapatkan pertanyaan itu dipanggung..hemph..mungkin saya akan menjawab..kesulitan saya adalah mendapatkan pacar, tidak menjadi egois, tidak bergosip, dan berbagai macam kejelekan lainnya yang sulit saya hilangkan..tetapi buru-buru saya menyadari kalau mengumbar-umbar kejelekan di umum apalagi dalam kontes pemilihan kecantikan bukanlah yang baik untuk meningkatkan point..kurasa itu bukan jawaban yang bagus walaupun itu jujur..yah..harus diakui berpura-pura untuk kebaikan kadang dianggap lebih baik..

sibuk mengenyahkan perbagai jawaban-jawaban dikepala dan kemudian mendengarkan jawaban dari teman saya itu.."menurut saya kesulitan terbesar adalah dimana ketika kita harus menjaga intregritas kita, apa yang kita katakan harus kita lakukan..terima kasih"..saya masih berfikir apa arti kata integritas itu..apakah hal itu sesusah bangun dipagi hari ketika liburan sekolah..apakah sesusah saya mandi pagi ketika liburan sekolah..sampai acara itu selesai dan teman saya memenangkan kompetisi itu..saya masig belum mengerti apa itu integritas dan dimana letak kesulitannya..

Lalu saya mencari apa arti kata integritas itu sendiri dan mencoba menelaah dimana letak kesulitan mempertahankan integritas..Integritas diambil dari kata integrity yang artinya is a concept of consistency of actions, values, methods, measures, principles, expectations, and outcomes. In ethics, integrity is regarded as the honesty and truthfulness or accuracy of one's actions.. lalu saya berfikir bahwa menjaga integritas adalah hal yang mudah ternyata saya salah..

tiga tahun saya berkuliah adalah bukti nyata bahwa menjaga integritas adalah hal yang sulit untuk dilakukan..saya bertemu dengan orang yang bermacam-macam didunia perkuliahan.. ada yang sekuler, agamis-sekuler, sangat agamis dan sangat atheis.. menjaga integritas disini diluar dari konteks integritas kita dalam kerja namun integritas kita dalam segala hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari.. dalam dunia kerja integritas dapat terbuat karena ada tekanan dan paksaan dari empunya otoritas namun dalam kehidupan sehari-hari tidak ada batasan yang jelas sehingga membuatnya melenceng kemana-mana..

saya sering sekali menemui orang yang suka membicarakan tentang kehidupan rohani mereka yang menurut mereka ada diatas rata-rata..well saya bukan tipe orang yang suka membantah dan mengetes kemampuan mereka..saya hanya tertawa dan menunggu Tuhannya menyiramkan air dan memadamkan api yang membakarnya..apabila ia masih terbakar..saya baru mau mengakui kehebatannya.. tetapi sekali lagi berkaitan dengan kesulitan menjaga integritas..saya masih banyak menemui mereka yang melupakan perkataannya beberapa tahun bahkan beberapa hari yang lalu..

saya mendengarkan cerita-cerita orang yang baru bertobat dan berapi-api yang katanya ingin "membawa jiwa", bercita-cita besar ingin membuat semua orang merasakan jamahan seperti dirinya..belum sempat saya melihat orang tergerak..apinya telah padam dan seakan lupa apa yang telah dikatakannya kemarin.. saya juga terkadang bingung dengan paradox kesaksian-kesaksian orang yang bertobat atau bertobat karena ia sedang didaulat dalam acara keagamaan untuk menjadi pembicara.. Dia berkata dulu ia adalah seorang pecandu dunia gemerlap tapi setelah dijamah Tuhan maka ia begini dan begitu..ketika orang sedang mencoba untuk melihat kenyatannya..kenyataannya dia kembali ke hidupnya yang lama bahkan menurut saya lebih parah..

apakah mereka tidak malu apabila suaranya terekam dan diputar ulang disaat sekarang..apakah mereka tidak bersalah dengan Tuhan mereka..apakah mereka tidak tahu orang bukan hanya menghujat dia tapi juga akan merajam agamanya..apakah mereka tidak tahu pentingnya integritas..well, saya berkata lagi saya bukanlah orang suci yang bisa menjaga integritas, saya pemegang agamanya yang sedang mencari jati dirinya..saya orang berdosa..maka dari itu saya tidak berani untuk berkata dan menggurui seseorang untuk mengikuti saya.. saya takut menjadi batu sandungan untuk agama saya..sehingga saya memilih untuk menjadi observer saja..pengamat dan pelaku..bukan subyek yang diamati..karena saya sangat menghormati agama saya.. 

seperti yang saya katakan berulang-ulang integritas adalah hal yang susah...sebisa mungkin saya menjaga perkataan saya sebelum dikatakan dan dikonsumsi oleh publik.. saya menyadari karena manusia adalah tempat kesalahan sehingga kita harus berhati-hati apabila mau membuktikan bahwa kita layak dicap sesuatu oleh seseorang..jangan sampai sebenernya kita belum bisa melakukannya tapi terlanjur melontarkan seolah kita mampu.. sekali lagi sebagai pengamat, saya lebih salut dengan orang yang sedang mencari jati dirinya, mereka cenderung berhati-hati melangkah dan peka terhadap sekeliingnya daripada orang yang berapi-api mengatakan seolah dia sudah menjadi yang benar, tapi terjatuh lebih dalam dari kesalahan sebelumnya dan ditonton sejumlah mata yang mengikutinya.. dan saya sangat-sangat menghargai apabila dia menjaga integritasnya dan setia pada perkataanya walaupun bagaimana kondisinya..



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar