Rabu, 04 Januari 2012

Namanya Cecilia

Baru 6bulan ini aku mengenalnya..ini bukan tentang roman picisan..juga bukan cerita tentang pepesan kosong yang seperti biasa aku tulis..sudah ku bilang aku sedang mengalami sebuah proses penjajakan karakter gaya penulisanku..mungkin kedepannya aku punya cita cita sebagai penulis lepas atau mengasuh sebuah rubrik dimajalah impian..siapa tahu? Aku tahu bahwa banyak penulis yang punya skill jauh diatas langitku..tapi bukankah menulis juga butuh hati..dan saya yakin hati saya ada dalam tulisan..hemph..sepertinya sudah melenceng dari judul yang aku tulis..aku ingin bercerita tentang cecilia..ingat ini bukan crta romance karena aku sedang kasmaran dengan wanita ini..aku masih normal..masih suka pria..jadi hilangkan pikiran aneh dari pikiranmu..

Namanya cecilia..mungkin saya menyebutkan agar mempertegas dan kau selalu ingat namanya..saya dan dia awalnya tidak mengenal..tidak tahu siapa dia..dan dia juga tidak tahu siapa saya..tapi jalan nasib kita yang mempertemukan kita..dan kita bisa membuat cerita walaupun belum selesai sempurna..dia dan aku jelas berbeda..dia berada diatasku secara posisi..bisa kutebak dalam bayanganmu, atasan terpatri image yang galak, kasar, selalu benar, tegas..tapi itu tidak ada dalam dirinya..awalnya saya sempat befikir..bagaimana orang ini mengeluarkan perintah apabila tdk ada kolerik didalamnya..namun seiring berjalannya waktu..aku menemukan jawabannya

Ia memerintah dengan caranya sendiri..bukan dengan tegas namun membuat orang segan untuk tidak melakukan perintahnya..tidak ingin memberikan hal yang mengecewakannya..dia tidak pernah marah walaupun banyak orang meledeknya..karena dia tahu mereka semua sayang dia..termasuk saya..saya pikir saya tidak akan bisa berbagi perasaan dengan dia..tapi dia selalu membantu saya..mungkin dia bingung kenapa saya tidak suka mengandalkan dia..mungkin disini saya baru bisa berani berkata tidak seperti biasanya saya tersenyum..karena saya memang tidak suka merepotkan orang lain..Dia seorang figur ketua yang baik..tidak pura pura tegas, tidak mencampuri urusan anak buahnya..tapi ia selalu percaya anaknya dalam track yang benar, jadi siapa yang tega merusak kepercayaannya..dia mampu mengingatkan saya namun dengan cara yang berbeda..membuatku tidak terpojok dan tidak merasa marah..bukan menghadiahiku dengan tatapan benci namun dengan tatapan yang teduh seperti mengatakan "karena aku sayang kamu makanya aku memberitahumu"..dia tidak pernah menggosipkan kejelekanku kepada yang lain..tapi dia langsung menegurku kalau memang ada yang salah dengan diriku..itu lebih baik bagi saya daripada menggunjing tidak menyelesaikan masalah namun memperbesar konflik..natal tahun ini dia mengirimkan kartu ucapan natal..senang..karena baru kali pertama mendapatkan kartu natal yang dikirim lewat pos ke rumah..

Namanya cecilia..saya sangat beruntung dapat mengenalnya..andai ada 22 cecilia ditempat itu..maka mungkin saya sudah berkemas untuk pulang ke kota itu lebih cepat..tapi sayang sungguh sayang..hanya ada satu cecilia..tapi tenanglah saya akan kembali demi cecilia dan menghadapi sisanya..semoga cecilia masih bersama saya ditahun ini..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar