Selasa, 03 Mei 2011

lazuardi sederhana bernama dia

aku mengenalmu..namun tak bisa menatapmu
aku membelaimu..namun tak bisa merengkuhmu
kau terlalu dekat namun juga sangat jauh
kau hari ini tak akan sama seperti kau yang kemarin dan juga esok
tahukah kamu akhir akhir ini aku mencoba membaca wajahmu
dan kamu semakin membuatku penasaran
mengapa Tuhan menciptakan makhluk sempurna seperti kamu
yang tidak mungkin tergapai atau terengkuh
senyumanmu membingkai suatu gugusan lazuardi indah yang membuat damai seluruhnya
coba bertanya pada daun yang gemrisik dan angin yang bertiup
pasti mereka berkata kau yang paling sempurna
tapi hatimu masih disana dan tak mungkin bergerak pergi
walaupun angin mengoyakan tubuhmu matamu tetap mengintai kesana
tak ada sinar terbagi untukku , tak ada sedikit ruang di rongga dadamu untuk merasakan nafasku
jadi tolong aku untuk tidak mencintaimu..ajari aku untuk tidak memikirkanmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar