Sabtu, 10 Desember 2011
Apakah ini namanya Dewasa
Senin, 05 Desember 2011
Aku Kangen Kamu
I miss all of thing you do
I miss your jokes, smile and smell
I love you anyway
but life must go on
to let you happy its my Happiness
My little Christmast wish
Mengapa ada harapan ketika semuanya tidak mungkin dinyatakan
Mengapa ada pertemuan ketika semuanya berakhir perpisahan
Mengapa ada kehidupan ketika semuanya tertuju pada kematian
Mengapa ada perhatian ketika semuanya hanya sementara
Mengapa ada manis ketika semuanya harus merasakan pahit
Mengapa ada kamu kalau bukan buat aku
Sebenarnya siapa yang salah dalam permainan ini
aku, kamu, hatiku, pikiranku atau kontemplasiku?
aku benci permainan ini..aku benci
aku benci punya perasaan..bukankan lebih baik kalau manusia tidak punya perasaan
tidak pernah ada rasa untuk mencintai
sehingga mereka tidak perlu sedih karena ditinggalkan
tak perlu mati sia sia karena takut kehilangan
setidaknya untuk hadiah natal ini..aku minta kau ambil saja perasaan ini
supaya semuanya tawar tidak ada yang manis atau pahit
setidaknya dengan itu kami bisa hidup lebih lama tanpa pernah ada rasa.
Rabu, 26 Oktober 2011
A cup of Tear in Tea leaves
Kamis, 20 Oktober 2011
PING..God I need your help
Jumat, 14 Oktober 2011
when i'm so down and so under preasure
Proses melupakanmu
apakah ini rasanya mencari perhatian?
Rabu, 12 Oktober 2011
Perfect two
Sabtu, 24 September 2011
Menurut saya cinta itu
Minggu, 04 September 2011
Akhirnya selesai Juga
Romance of Adrielle Part 17
“Kepada nona tercantik didepan yang pernah aku lihat selama aku hidup. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari lelaki yang tidak sempurna tapi telah mencintaimu dengan sempurna. Asalkan nona tahu, dia sangat mencintaimu lebih dari apapun. Dia rela menunggu nona sampai kapanpun bahkan sampai dipenghujung nafasnya. Kalau dia tidak datang pada hari keberangkatanmu ke Paris bukan karena dia tidak mencintaimu. Tetapi karena dia tidak mau menggagalkan impianmu, kalau saja dia datang pada hari itu ke bandara dan memintamu kembali tentu saja kamu tidak akan disini nona. Kau hanya jadi gadis biasa yang hanya tahu apa arti mencintai pria bukan menjadi wanita yang mengejar impiannya. Kau tidak akan menjadi seperti ini kalau saja lelaki itu datang dihadapanmu pagi itu. Aku berani bertaruh, lelaki itu sangat mencintaimu sehingga ia mengorbankan kebahagiannya untuk membiarkan wanita yang ia cintai mengejar impiannya. Dari dulu sampai sekarang ia masih menunggumu disini walaupun wanitanya sekarang sudah berbeda dari dulu, ia juga menerima konsekuensinya apabila wanitanya sudah melupakannya. Tetapi apakah kamu tahu kebahagian seorang ketika wanita itu berkata Ia sangat mencintainya, tapi kebahagian terbesarnya adalah ketika wanita yang ia cintai bisa berhasil seperti sekarang ini. Oya...Lelaki itu juga berterima kasih kepada wanita malaikat bernama Chira yang membuat kisah “Romance of Adrielle” dapat tersampaikan bukan menggantang dalam angin saja. Semoga dia bahagia dimanapun ia berada”
Lelaki itu menyerahkan pengeras suara itu kepada kru televisi dan berbalik untuk beranjak dari gedung itu. Namun langkahnya terhenti saat wanita itu turun dari tempatnya dan memanggilnya. Mereka berpelukan dan membuat haru biru menyelimuti ruangan itu. Aku menangis bahagia, hari inilah hari yang aku inginkan. Hari penggenapan seluruh tugasku, melihat akhirnya kisah ini terjawab juga semua pertanyaan dan benang kusut terurai sudah. Sekilas aku melihat bayangan Chira sedang menyeka air matanya, aku bergegas menyusulnya sebelum ia berlalu dari gedung ini. Aku berniat mengikuti kisah hidupnya setelah ini, hidupnya juga seperti sebuah misteri yang menarik untuk ditelisik. Aku duduk dibahu Chira, ia bergoyang bersenandung seakan semua bebannya terangkat sudah. Chira seperti jelmaan malaikat di dunia ini, malaikat cinta sama seperti diriku. Namun bedanya dia kelihatan dan nyata. Mungkin hari hari kedepan kita bisa bekerja sama untuk menyembuhkan dan menyatukan seluruh kisah cinta di dunia ini.
Romance of Adrielle Part 16
Stasiun televisi adalah tempat untuk membuat tayangan yang akan ditampilkan dalam kotak di rumah lelaki itu ternyata beginilah cara membuatnya. Banyak sekali pengalaman yang bisa aku ceritakan kepada teman temanku didunia peri nanti ketika aku kembali. Sepertinya lelaki itu akan melihat sebuah opera atau bincang bincang dengan artis. Duduk dibarisan paling depan menyungkinkan senyum penuh arti. Pertunjukan dimulai, pembawa acara membuka acara ini dan memanggilkan tamu yang akan diulik kisah ceritanya. Aku duduk dibahunya dan ikut bertepuk tangan saat bintang tamu itu keluar menuju panggung. Katanya wanita ini adalah seorang desainer terkenal dari Paris yang karya karyanya sudah mendunia dan dipakai artis holiwood terkenal. Lampu panggung menyorot padanya dan gemerlap perhiasan serta keindahan bajunya menunjukan kecantikan luar biasa wanita itu. Aku mengerjapkan mataku, wanita itu adalah Chelle. Sekarang ia cantik sekali lebih cantik dari pada siang itu. Aku bersorak sorak riang, memukul mukul lelaki itu. Ada raut bahagia pada lelaki itu senyumannya yang mempesona tersungging lagi siang ini. Benar benar aku sangat bahagia hari ini. Akhirnya aku menemukan senyumannya lagi. Tetapi apakah Chele akan menerima lelaki ini kembali bukan karena wanita ini sudah terkenal bertambah cantik dan masuk televisi tetapi karena lelaki ini pernah menyakitinya dua kali. Seorang tupaipun tidak akan jatuh pada lubang yang sama bukan. Suasana di tempat ini semakin gemuruh saat pembawa acara menanyakan akan pengalaman cinta masa allunya sebelum terkenal. Chele terlihat menerawang dan menceritakan kisahnya dengan menggigit bibir seolah mencari kekuatan darinya.
Chele menghembuskan nafas dan memulai ceritanya “Aku menyebutnya Romance of Adrielle, kepanjangannya ada nama kita berdua. Jujur saja aku mencintainya. Sampai kepergianku ke Paris, aku masih dapat mengeja cintanya. Kalau saja dia datang dan memintaku kembali, aku pasti sudah bersamanya sekarang. Ternyata cintaku lebih besar dari cintanya padaku. Sakit sekali dan rasanya masih ada sampai saat ini. Sedetik sebelum kepergianku ke Paris aku masih menunggunya, sampai sekarangpun aku masih menunggunya walaupun sekarang aku tidak tahu dimana dia sekarang”.
Suasana menjadi tenang, mereka seperti tersihir oleh kisah cinta “Romance of Adrielle”, asal kalian tahu aku sudah tersihir sejak lama karena kisah ini. Akulah yang bisa kalian Tanya untuk mengetahui kejelasan kisah ini. Sayang kalian semua tidak mengenalku dan tidak melihatku. Tiba tiba lelaki itu berdiri dan mengangkat tangannya. Chele terhenyak dan pembawa acarapun kebingungan namun Chelle mempersilahkan Adri berbicara. Kru televisi memberikan pengeras suara agar semua orang dapat mendengarkan apa yang akan dikatakan lelaki itu. Termasuk aku karena sampai sekarang aku belum bisa membaca pikirannya.
Apakah yang dikatakan lelaki itu kepada Chelle..apakah Chelle akan memaafkan apa yang telah lelaki itu lakukan..
Romance of Adrielle Part 15
Dua tahun berlalu, ternyata bukan waktu yang singkat untuk melupakan seseorang. Lelaki itu tetap saja kehilangan senyumnya. Aku sudah malas untuk membantunya karena dia sendiri yang membuat ini semua terjadi, Ia hanya bisa memandangi foto Chelle lewat sesuatu program di suatu alat yang bernama computer dan menerawang sedih, benar benar membingungkan. Hidupnya hanya diisi dengan bermain bola bersama teman temannya. Aku tahu dia kehilangan wanita itu tapi yang tidak habis pikir mengapa ia tidak datang kebandara siang itu. Benar benar membingungkan. Hari ini sepertinya akan berbeda, dia berpakaian rapi tidak seperti hari hari biasanya, menggunakan parfum andalannya dan pergi menaiki motornya. Akan kemanakah dia, aku bergegas menyusulnya duduk di tempat favoritku yaitu di bahunya. Suasananya diam seperti biasa, kita sibuk dalam pikiran masing masing masih bingung akan kemana dia hari ini. Motornya tiba disebuah gedung yang tinggi, aku mengeja papan nama didepan gedung itu. Stasiun Televisi. Stasiun sepertinya adalah sebuah tempat untuk berpergian dan televisi adalah kotak elektronik yang ada dirumah lelaki itu yang menampilkan gambar manusia manusia cantik, tetapi apa artinya apabila stasiun dan televisi digabungkan menjadi nama tempat sebenarnya tempat apa ini dan mau apakah lelaki itu pergi ketempat ini. Aku mengikutinya dan melihat-lihat kedalam untuk mengetahui tempat apakah ini.
Untuk apa lelaki itu pergi ke stasiun televisi..apakah sang peri bisa menemukan jawabannya
Romance of Adrielle Part 14
Akhirnya motornya terhenti pada sebuah tempat, aku melompat dari bahunya dan melihat sekeliling walaupun aku belum pernah ke airport tapi sepertinya tempat ini bukan airport. Tidak ada pesawat terbang tidak ada lalu lalang kedatangan dan kepergiaan terlebih lagi tidak ada Chelle. Aku berteriak ditelinganya, memukul mukul pipinya menginjak kepalanya. Lelaki itu tidak bergeming ia dengan santai menurunkan tas bolanya. Benar benar hatinya sedalam samudra tidak dapat diukur dalamnya, aku tak tahu apa yang jadi maksudnya. Perempuan itu sudah menjatuhkan harga dirinya untuk memintanya berjuang untuk dirinya tetapi lelaki ini malah asik bermain futsal. Aku tahu dia mencintai futsal tapi dia pasti lebih mencintai wanita itu. Benar benar pusing dibuatnya. Aku menyerah mereka-reka hal yang baik tentang hubungan mereka. Percuma saja aku dan Chira mengusahakan yang terbaik untuk lelaki itu kalau lelaki itu tidak mau mengubah takdirnya. Percuma saja Chele menjatuhkan harga dirinya untuk mengiba cintanya. Ternyata lelaki ini sama seperti yang lain. Busuk menyebalkan mahkluk berjakun penyebar tangis untuk wanita.
Aku terduduk di lapangan futsal melihat lelaki itu bermain futsal bersama teman temannya. Tidak tampak dia kehilangan diraut wajahnya. Dia membuat bingung orang orang disekitarnya. Semua orang mencoba mencarikan kebahagian untuknya namun dia malah membuang kebahagiannya sendiri. Benar benar membingungkan dan aku ingin sekali memukulnya hari ini. Siang ini sangat panas dan lelaki itu sudah menghabiskan 3 jam untuk bermain futsal. Tidakkah dia bersalah membuat Chele menunggunya di bandara menunggu kedatangannya. Aku melihat sesosok wanita menghampiri lelaki itu tapi bukan Chele melainkan Chira. dengan muka merah padam ia menampar lelaki itu, nafasnya terengah engah seperti menahan amarah yang membuncah. Kemarahanku dan Chele sepertinya dilampiaskan oleh Chira. Wanita itu berteriak didepan lelaki itu, tapi lelaki itu tetap tenang menenggak air di botol minumnya. ‘’Aku tidak tahu mengapa aku mengenal lelaki tolol, lemah dan bodoh sepertimu. Tahukah mengapa ada lesbian didunia ini, itu karena lelaki tidak pernah menghargai wanita. Chele sudah meluruhkan egonya untuk mendapatkanmu tetapi mengapa kamu malah mengacuhkannya. Mengapa kamu mengatakan kamu sangat mencintainya kalau akhirnya kamu memperlakukannya seperti ini. Pesawatnya berangkat 1 jam yang lalu. Aku bersalah membuka luka hatinya lagi, aku pikir aku bisa menjadi malaikat bagi kalian, tetapi ternyata aku malah menjadi setan yang merobek hatinya lagi yang sedari kemarin sedang ia jaga. Aku bersalah pada Chelle, aku mengorbankan wanita hanya karena membantu lelaki tidak ada hati sepertimu. Aku menyesal membantumu” Chira mengungkapkan emosinya pada lelaki itu. Tetapi lelaki itu tetap diam tidak bergeming sampai akirnya wanita itu meninggalkannya sendiri. Lelaki itu berguman lirih dan mungkin hanya aku dan lapangan itu yang dengar. Karena aku adalah aku, kamu tidak pernah menjadi aku dan karena aku mencintai dengan caraku sendiri. Sepertinya kamu belum terlalu mengenal aku Anchira.
Ternyata lelaki itu tak jadi menjemput cintanya..mengapa ia melakukan hal itu..bagaimana sang peri dapat menyelesaikan kisah ini
Romance of Adrielle Part 13
Romance of Adrielle Part 12
“Selamat malam matahariku, semoga kamu masih ingat sebutanku untukmu.. Ya ternyata aku bukan hanya membutuhkan matahari disiangku, dan bintang di malam malamku ternyata aku membutuhkan kamu dihari hariku. Aku baru menyadarinya sedetik setelah kau mematikan telepon malam itu. Tahukah kamu aku menangis setelah aku kehilangan suaramu. Aku tahu aku terlalu bodoh untuk menangisimu dan aku menyadari aku harus hidup tanpamu setelah 3 musim ini menggantungkan masa depanku bersamamu. Aku berpura pura tegar dan menerima keputusan darimu. Tahukah kamu aku sangat mencintaimu tetapi aku juga wanita yang kuat berpura pura baik baik saja setelah kamu pergi berpura pura bahagia walaupun tidak ada kamu di sampingku, tapi tahukah kamu aku sakit menerima ini semua karena terlalu mencintaimu aku menerima segala keputusanmu. Aku terlalu malu untuk berkata aku tidak ingin pisah darimu, karena sepertinya kamu ingin berpisah denganku. Aku tak tahu apa kesalahanmu padamu sebetulnya aku ingin sekali mempertahankanmu tetapi mengapa tidak ada usaha darimu mempertahankanku..Tahukah kamu setahun ini aku sibuk membenahi hatiku, menghilangkan kamu dihatiku tetapi itu sangat susah. Kamu terus saja menghantuiku, kamu masih memberiku semangat, menanyakan kapan aku masuk kuliah, masih seperti yang dulu. Aku ingin membalasnya sayang, aku ingin kembali padamu. Tapi aku takut salah mengartikannya, aku takut kau hanya menganggapku sebagai teman masa lalumu. Aku tahu kamu memang lelaki yang baik dengan semua orang. Aku takut membalasmu, aku takut membaca semua kiriman pesan darimu, aku takut mengingat semua hal tentangmu karena aku takut jatuh cinta padamu lagi. Jadi bukan berarti aku melupakanmu karena tidak mau membalas twiter, pesanmu tapi karena aku terlalu mencintaimu dan takut jatuh cinta lagi padamu. Kalau boleh aku berkata dan mengemis aku mau kembali dan mempertahankan lelakiku 3 tahun lalu. Tapi aku telah kehilangan adriku 3 tahun yang lalu, aku sedang mencarinya kalau kamu bertemu dengan Adri 3 tahun lalu sampaikan aku mencarinya dan menunggu disini. Oya, masih ingat pertemuan kita di Mall itu, aku membuang mukaku saat kau tersenyum padaku. Bukan karena aku membencimu tapi karena aku pasti akan jatuh lagi setelah melihat senyummu. Terlihat roman picisan tapi itulah kenyataannya. Tahukan kamu tubuhku menggigil setelah melihat wanita disebelahmu. Aku ingin sekali menangis tapi demi kata wanita kuat aku menahannya setengah mati, aku berusaha berjalan dengan cepat tapi seakan sulit sekali kau keburu melihatku. Tetapi mengapa kamu hanya tersenyum, seakan memamerkan kamu sudah melupakan aku. aku membuang mukaku dan berjalan meninggalkanmu sebenarnya aku ingin kau mengejarku dan berkata dia bukan wanita yang menggantikanku. Tetapi kau tetap disana bersama wanita itu. Tahukah kamu bagaimana sakitnya. Harga diriku sebagai wanita hancur karena kamu lebih memilih dia. Aku mau gila sayang aku mau gila karena mu. Tetapi kenapa kamu tidak menyadarinya. Aku sangat membenci wanita disampingmu itu, aku ingin mencabiknya membuatnya merasakan bagaimana yang aku rasakan. Sampai pada kemarin aku bertemu dengannya. Karena dialah yang membuatku berani mengatakan segala kelemahanku dan aku tahu bagaimana keadaanmu setelah malam itu.
Adri, berkat wanita itu aku tahu betapa kamu mencintaiku, namun telah terjadi kesalah pahaman diantara kita, karena keangkuhanku dan keras kepalamu. Dan lewat ini kamu tahu alasan aku mengacuhkanmu selama ini, karena cintaku padamu terlalu besar untuk mengijinkan kamu bahagia dan karena harga diriku sebagai wanita aku mencoba mengenyahkan perasaan ini. Tetapi sepertinya usahaku sia sia sampai hari ini aku menulis aku masih sangat membutuhkanmu. Sebetulnya aku terlalu malu untuk mengungkapkan semua ini, tapi aku mengenyahkan segala egoku untuk memperjuangkan cintaku. Terima kasih untuk wanita itu yang membuat aku sadar aku perlu memperjuanganmu. Aku mau hidup sekali lagi buat kamu. Tapi sepertinya kamu juga harus berjuang sedikit untukku. Besok pagi aku akan pergi ke Paris karena orang tuaku khawatir akan keadaanku setelah kepergianmu. Aku setuju saja karena aku ingin membuang segala kenanganku denganmu. Tetapi setelah pertemuanku dengan wanita itu aku bimbang dengan keputusanku pergi ke Paris. Kalau kamu besok datang dan membujukku untuk tidak pergi aku akan membatalkannya semuanya. Jadi aku tunggu keputusanmu besok pukul 8 pagi di bandara terminal 2. Aku mau melihat perjuanganmu untukku. Menurutku menulis surat ini adalah perjuangan besarku untukmu dengan mengesampingkan semua egoku. Bagaimana denganmu. Kebahagianku yang terbesar adalah ketika kamu datang dan bilang padaku jangan pergi."
Yang selalu mencintaimu
Chele
Romance of Adrielle Part 11
Ternyata tamu didepan itu Chira, lelaki itu menyambutnya tetapi sepertinya Chira tidak ingin berbasa basi dengannya. Ia menyerahkan sebuah surat berwarna seperti warna pelangi urutan terakhir, ungu sepertinya manusia menyebut warna surat dengan sebutan itu. Lelaki itu mematung dan menerima surat itu. Sebelum ia sempat bertanya Chira sudah menjelaskan semuanya. “Surat itu dari wanitamu, jangan hanya baca tapi kejar cintamu. Dia sudah mengenyahkan segala egonya untuk surat ini. Masihkah kamu mempertahankan egomu. Egomu sendiri yang menghapus kebahagianmu. Kau jelek saat kehilangan senyummu, asal kamu tahu menyukai dan menikmati kesedihan bukan karakter pria sejati”. Setelah itu Chira berbalik badan dan pergi, lelaki itu tetap mematung memandang punggung wanita itu sampai larut di makan senja itu.
Lelaki itu membuka surat itu dengan pelan, aku sampai menendangnya gemas. Dia terlalu anggun untuk seorang pria semuanya dikerjakan perlahan seolah tidak ada waktu yang memburu kehidupannya. Dia terlalu santai dan aku terlalu penasaran ingin rasanya aku merebut surat itu dan buru buru membacanya. Akhirnya surat itu terbuka dan tercium wangi khas Chele yang lembut. Aku masih saja mengaggumi wanita itu walaupun sudah melihat emosinya kemarin. Memang tidak dipungkiri kecantikan fisik menjadi daya tarik semuanya. Kalo ada wanita cantik pasti makhluk berlipgloss lainnya akan memuji dan sibuk menjilat sana sini untuk menjadi temannya. Lelaki itu menghela napas dan mulai membaca surat itu, aku duduk dibahunya ikut membaca mengobati keingin tahuanku apa yang akan terjadi diantara lelaki itu, wanita itu dan tentunya aku.
Apa isi surat dari wanita 3 tahun lalu untuk lelaki itu..
Romance of Adrielle Part 10
“Sepertinya aku hanya membuang waktuku hanya dengan diam disini tanpa arti tanpa rasa tanpa hasil” aku baru kali ini mendengar suara dari wanita yang bernama Chele itu, terus terang dan diberi tekanan pada setiap lafalnya. Benar benar berbeda dari wajahnya yang memancarkan keteduhan. “Kau kira aku tidak membuang waktuku hanya untuk bertemu denganmu, kalau bukan karena ingin melihat dia tersenyum aku tidak akan sudi merendahkan diriku mencari waktu bertemu denganmu ciiih”. Duduk berhadapan namun dalam sudut pandang yang berbeda, Chele sedari tadi memandang keluar dan chira memandang kebawah sembari memainkan ujung kukunya. ‘’Aku tidak akan bisa membuatnya bahagia, kamu saja yang membahagiakannya ambil dia kalo memang kamu mau aku sudah tidak membutuhkannya, maaf tapi sepertinya aku sudah tidak ada waktu hanya untuk memperebutkan lelaki lemah seperti dia ” Chele menghentakan kakinya meraih tasnya untuk pergi. Aku minggir terkejut melihatnya, memang manusia akan menunjukan karakter aslinya apabila dibawah tekanan. Chira terlihat tenang tapi wajahnya tak kalah tegang, ia menghembuskan nafas dan berkata pelan namun penuh sarkastisme didalamnya “Aku tak habis pikir mengapa Adri mencintaimu seperti orang kesurupan, hingga kehilangan senyum terbaiknya dan membuatku harus datang disini berlaku seperti malaikat kesiangan untuk menjadi penyambung cinta diantara kalian. Aku datang kesini bukan karena aku mencintai atau menginginkan lelaki mu tetapi karena aku tahu rasanya bagaimana mencintai seseorang itu tetapi orang yang dicintai malah mengabaikanmu. Tapi sepertinya Adri salah memilih tempat untuk menanamkan cintanya, cintanya jatuh ditempat yang salah menyebabkan akar yang sudah dalam jatuh terinjak injak dan nyaris busuk, bahkan lesbian sepertiku juga tidak akan pernah jatuh cinta kepada dirimu”. Aku mengerjap kerjapkan mataku dan memukul kepalaku seakan tak percaya akhirnya Chira mengatakan hal itu, Chele juga seakan tak percaya terhadap pendengarannya ia mematung dan menatap Chira yang hampir menangis. Chira terlihat berusaha menahan air matanya di udara, padahal menangis bukanlah hal yang lemah. Wanita yang kuat adalah wanita yang berani menjatuhkan air matanya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Chele berbalik dan duduk, Chira tetap mematung disana suasana kembali diam tapi ada rasa hangat dibalik semuanya. “Chira, kau benar aku terlalu cemburu dan aku tahu kan apa arti cemburu itu, sekarang apa yang kamu mau” . Ahh… Aku bergumam dalam hati sepertinya masalah ini akan selesai dengan bahagia. Aku menghembuskan nafas lega dan membayangkan tugasku berakhir dengan sempurna.



