Jumat, 01 April 2011

I love you, Nyo

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
"Ayah, aku yang melakukannya!"
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten.

Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata ber- cucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit.Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata- kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

avrenita grows older

semuanya dapat dibeli dengan uang..tapi rasa nyaman tidak bisa dibeli-anonymous-

Kamis, 31 Maret 2011

counting down

dapat dipastikan hanya seminggu
atau bertahan dua minggu
sudah sering seperti ini
tidak berusaha memperbaik atau mengejar
karena ini semuanya dari hati
bukan dari sesuatu yang dapat dikejar atau dipelajari dengan giat
jadi jangan suruh aku mengubahnya yah
cukup saja bersiap-siap
menghitung hari dan detik
bersiap-siap membangun tembok
jadi ketika waktunya tiba
aku masih berdiri dan masih bisa memandang bahwa matahari itu indah
karena kejadian ini setiap saat selalu dapat ditebak hasilnya
pergi dan mencari lagi
tapi aku sudah biasa dan sudah siap
kalau mau pergi..silahkan pergi...aku sudah biasa
tapi kalau tidak pergi..aku yang bingung
2 hari lagi..dan voilaaa..kau lenyap dari hadapanku
dan aku tetap berdiri bernyanyi seperti tidak ada apa-apa
karena kau hanya sebongkah asap yang menutupi mataku sebentar saja

Sabtu, 26 Maret 2011

Gadis kecil bernama Avrenita

Mengapa Tuhan Menciptakan Avrenita

Ketika Tuhan menciptakan dunia
Ia ingin membuatnya terang
Diciptakannya matahari, bulan dan bintang yang bersinar
Ia ingin membuatnya indah
Diciptakannya bunga-bunga berwarna-warni berbagai ukuran dan bentuk
Ia ingin membuatnya merdu
Diciptakannya burung-burung yang berkicau senantiasa
Ia ingin menambahakan kesenduan yang dirindukan
Diciptakannya hujan dengan kehangatannya yang khas
Ia ingin menambahkan warna magis
Diciptakannya pelangi dengan hadiah istimewa di ujungnya untuk yang mencari
Setelah melihat semua ciptaannya, Ia belum merasa puas
Ia pun lalu menciptakan Avrenita
Untuk mengagumi semua ciptaannya yang lain
memandang matahari dengan mengadahkan senyum
memandang bintang dengan harapan esok hari
menari bersama angin bertiup dan embun yang menetes
Untuk bersorak kegirangan melihat semua ciptaannya yang lain
Untuk mencintai semua ciptaanya yang lain
Barulah Ia memandang dunia dengan senyum terulas lebar

Kamis, 24 Maret 2011

Andromeda berlalu

Gadis itu lagi
mengapa selalu ada gadis itu disetiap penglihatanku
ada di pikiranku setiap waktu
seperti bayangan yang selalu mengikuti
aku sudah berusaha untuk mengenyahkannya
berusaha menjauhinya memikirkan apapun yang buruk tentangnya
namun ternyata aku gagal
semakin aku menjauhinya senyumnya semakin mendekat
semakin terasa nyata terasa jelas hangat nafasnya
semakin jelas dia memanggilku, memanggil namanku dengan penuh keceriaan
tanpa pernah ia takut memandang hari esok dimatanya
yang ada hanya terpancar ketulusan dimatanya
yang mau berteman denganku yang hina
yang tidak berarti bahkan bagi keluargaku sendiri
sekali lagi aku berusaha membuang jauh tentang perasaanku padanya
namun lagi lagi ia merengkuh kelemahanku
dengan bergelayut manja dilenganku
menceritakan segala cerita menariknya padaku
tanpa ia takut aku akan meremukan tubuhnya
menghancurkan asa dan harapan
sebenarnya aku tidak pernah berfikir akan jatuh cinta pada gadis sepertinya
gadis yang terlalu banyak memakan kasih sayang ibundanya
gadis yang hanya bisa merengek dibelikan lipstik kepada ayahnya
gadis yang hanya bisa melompat kesana kemari tanpa kedewasaan
tapi dia berbeda dari yang aku kira
dia gadis yang paling sempurna yang membuka pikiranku
membuang kontemplasi paradigma yang salah terhadap dirinya
aku kira aku takkan bisa berbagi dengannya
melihat kesetaraan kita yang tidak sama
Dia menyukai gaun, aku hanya memakai kaus yang warnanya pudar termakan waktu
Dia memakai heels dan aku hanya berkutat pada sneakersku yang entah sudah berapa kali dijahit
perbedaan yang memuakanku namun ternyata malah memabukanku
mabuk karena masuk dalam anggur cintanya
yang seharusnya sebisa mungkin untuk dihindari
siapa yang tidak jatuh cinta padanya
dia sangat menarik, terlalu menarik menjadi seorang gadis
membuat semua orang akan jatuh cinta apabila mengenalnya
membuat aku rela menghabisi pria yang mencoba menggodanya
membuat aku rela bertarung mati-matian untuk melindungi pemberiannya padaku
aku rasa aku menjadi gila..lebih gila daripada sebelumnya
yaa, memang aku tergila-gila pada gadis itu
gadis yang tadinya tidak terfikir untuk menjadi temanku
gadis yang tadinya aku hindari untuk didekati
namun sekarang hanya dia yang mengisi hari-hariku
mengajarkan aku membuat bingkai senyum yang bahkan aku sudah lupa caranya
mengajarkan aku untuk tidak takut menangis lagi
mengajarkan aku arti bersyukur dan membuka mata dihari esok
mengajarkan aku mencintai seseorang sekali lagi untuk pertama kalinya
dan hari ini berbeda dengan biasanya
"Androo" dia membisikan namaku ditelingaku
menyapaku dengan hangat seperti biasa
namun sepertinya aku tak bisa lagi menahan perasaanku
aku mencintainya terlalu mencintainya
kupandang lekat-lekat dia dan dia memandangku dengan tatapan hangat
aku semakin terbakar didekatnya, senyumannya membuatku kehilangan akal sehat
aku menginginkan dia sepenuhnya..tidak akan membiarkan seorangpun melukainya
aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama dia peri kecilku
aku ingin hanya bibir ini yang menciumnya dan hanya tanganku ini yang memeluknya
dan aku tak bisa menahan lagi..bibirnya terlalu indah untuk dilihat
aku mendekatkkan bibirku ke bibirnya merasakan setiap hangat nafas dan ketukan nadinya
menghadirkan perasaan yang luar biasa dalam hidupku
namun aku merasakan setitik berlian mengalir dari sudut matanya
Ia tak mampu berkata apa lagi, dia terlalu baik untuk tidak menamparku
Aku merasakan bayangannya pergi meninggalkanku
merasakan kepedihan dan kekecewaan dibalik setiap langkahnya
aku dapat merasakan kekecewaan, kemarahannya padaku karena aku Wanita sama seperti dia
sedetik kemudian aku mengutuk diriku sendiri
mengapa aku tidak dapat menjaga perasaanku membukanya tanpa perasaan
yang menghancurkan dirinya
kini gadis itu menangis meninggalkanku..tidak akan kembali membawa senyuman itu
hanyalah tingal disini seorang wanita yang kehilangan satu kepak sayapnya
seluruh cakrawala meninggalkannya..menjadi sebuah andormeda yang berlalu
hanya ada kekosongan, diam dan kepiluan yang menyelimutinya

Avre bukan wonderwomenmu


Do you want to know?

Inginkah kau tahu bagaimana aku menginginkanmu
benarkah kau ingin tahu seperti apa
Seperti remuk tulang dikencang tambang
seperti dicincang panah dirobek tiap sendi
seperti gengaman tangan menggenggam mimpi
seperti gapaian tangan memeluk angin
salahkan tangan yg memeluk sampai remuk tulang rusukku
mencabut satu satu sampai hilang pelindung jantung hati
aku membencimu dengan segenap niat untuk memecahkan kepalamu
supaya aku tidak lagi menggilaimu
mencabik wajahmu agar tak ada lagi mulut yg memuji kecerdasanmu
untuk membalasmu, mencederaimu
agar aku tidak mencintaimu
tapi aku bukan anak kecil lagi sekarang
yang marah ketika asa tidak tercipta sempurna
tidak lagi gunakan pisau untuk menutupi kenyataan aku tak bisa mendapatkanmu
kau kelewat batas melukai sampai dendam mengalahkan rasa sakit
dendam karena aku tak bisa mendapatkan kamu
seperti dendam air kepada tanah, yg hentikan lajunya dari langit
Demi hujan malam ini
kubisikan penyejuk yang berlalu bersama angin malam
semoga membuatmu tenang di sana
tak akan ada lagi yang menginginkanmu
seperti aku menginginkanmu
tanah yg basah bersimbah darah
dan setiap nafas memburu gigi yg gigih terantuk, geretak gemeretak menahan perasaan yang tergantung diudara
dan bersama asap yg dihembus keluar segala macam penat
tenang damai tak peduli
Selamat malam bintangku, hari ini aku melepaskanmu juga hari hari yg lalu dan yg akan datang

Senin, 21 Maret 2011

Pikiranmu Duniamu

Apa yang membedakan kamu dengan hewan
apa yang membuat kamu sempurna dimata Allah
kontemplasi sederhana yang menggema ditelinga saya saat kelas Theologia
saya berfikir dalam tentang itu
Ya, pikiran yang membuat kita berbeda
semuanya berawalan dari pikiran
pikiran mempunyai sugesti yang kuat yang mungkin bisa mempengaruhi hidupmu
seperti contohnya hari ini
saya tidak berangkat les mandarin
bukan karena saya capek, lelah, atau sakit
tapi karena pikiran ini yang membuat badan seperti diduduki ribuan gunung
sehingga sulit beranjak walau hanya 1,5 jam pergi
terlihat pandir memang
tapi bagaimana lagi harus saya akui
pikiran saya yang mengontrol segalanya
taukah mengapa kita makan
ya karena pikiran kita berkata
"hai avrenita...perutmu lapar minta diisi..kalau tidak diisi nanti sakit"
seperti sekarang ini saya melahap snack yang tinggi kalori
padahal perut tidak lapar..tapi pikiran yang membisikan nikmatnya cimori dan malkist roma
Apa yang membuat kita sedih
karena pikiran kita yang melebih-lebihkan kenyataan
membuat kita menangis meraung-raung meratapi apa yang terlihat picisan untuk ditangisi
seperti kemarin aku menangis dilihat jutaan tatapan mata
hanya karena melihat hasil perbuatan babi* saya rasa saya tidak perlu melanjutkannya
padahal kalau dipikir..buat apa menangis toh semuanya sudah terjadi
lalu apa yang membuat kita menyukai seseorang
karena pikiran kita juga
kita berfikir dia baik, sempurna, sosok malaikat surgawi
dan pikiran itu terus dataang berulang-ulang tertempa menjadi perasaan cinta
seperti dahulu dan sekarang..aku mencintai dimas..karena pikiranku yang lugu mengenai apa arti cinta
sepertinya aku telah menjadi korban pikiranku yang tidak jelas kemana-mana
dan aku hampir terjerumus dalam kesalahan yang sama
sepertinya aku harus memusnahkan pikiranku yang satu ini
supaya tidak bertumbuh subur menjadi akar yang kuat dan tidak bisa dicabut lagi
agar tidak menjadi benalu yang mengganggu indahnya bunga ditaman
sepertinya saya harus mulai mengendalikan pikiranku
melepaskan kacamata merah jambuku yang diberikan malaikat padaku
yang selama ini membuatku menatap bayang fatamorgana cinta yang indah
menanggap cinta dapat mengisi hari hariku yang kelabu
awalnya takut melepaskannya,
tapi ternyata dunia tak sekelabu bayanganku
dunia ini tetap berwarna tanpa kacamata cinta merah jambu
mulai sekarang saya akan membuang semua hal yang membayangi atas nama cinta
dan mengisi pikiran dengan sesuatu yang lebih realitas
misalnya
"jadi inspiration woman, yang blognya di follow banyak orang karena dianggap sebagai trendsetter, yang punya selera fashion yang bagus, selera humor yang tinggi, punya pekerjaan yang bergengsi, pasport penuh dengan wonderfull trip around the world, fluent to speak at least three language, dan tidak terbelenggu lagi dengan apa itu cinta"
ketika terbangun besok saya yakin*shake of Prada bag saya sudah berhasil melupakan pikiran saya tentang anda

Avrenita's heart = Vacuum of power

Jumat, 18 Maret 2011

My Euridyce

we have spent our time together
and now you leave me alone
I hope you always happy
and share abundant joy to each other
In Memoriam Nokia E63 Euridyce

Rabu, 09 Maret 2011

Chika Chiko and Chiki

Pas pergi ke Bandung kemarin aku galau
bukan karena aku sedih liat orang pacaran atau gimana
bukan karena aku sedih ga bisa ketemuan dimas*dimastarodiketekaja
tapi karena aku sedih kenapa aku takut sama binatang berbulu
Gila aja mulai dari hari jumat sebelum ujian SRM aja
kakiku yang cantik ini dicium-cium anjing*ini kaki apabau daging panggang yah
ampe akhirnya kepala anjingnya aku pentok pake buku SRM yang setebel bibir "martabak"
sebodo amat diliatin yang punya anjing
abiiis dia cuma sibuk ngelus-ngelus bulu ketek didepan rumah
anjingnya dibiarin kemana2 keliaran nyium2 kaki orang
kalo kakiku udah diasuransiin mah ga papa kali yah
Sampe diBandung anjing terus membayangi perjalananku
dimana2 ada anjing*wo pu ni te peng yao kali njing
ampe mau pipis aja harus triak2 manggil orang buat megangin anjing
Terus alasan galau kedua adalah banyak orang yang punya binatang peliharaan
Jesica yang mau dikasih anjing ama pacarnya, Rinna yang pengen punya kura-kura
daripada Rina miara kura2 mending miara semut
ga malu-malu masuk rumah mulu bisa gigit lagi lebih gentle*bisa bikin kesemutan
kadang kadang heran juga kenapa ada orang pengen punya pet
beneran deh mending kasih makan aku deh
Tapi jangan kira aku orang yang tidak ada perikehewanan yah
aku dulu pernah piara binatang kali waktu jaman SD
binatang paling menggemasan diseluruh jagad raya ini
aku miara AYAM*tepuktepuknarinari
Aku mempersunting ayam sebagai peliharaan soalnya
bulunya sedikit trus ga rewel kalo disuruh ini itu
ga bawel, ga ngeggigit, rajin menabung, rajin membersihkan rumah*loh ini miara ratmi atau ayam?
kebetulan ada abang-abang yang jual anak ayam lucu2 cuma 500
aku beli 3 aku kasi nama Chika, Chiko, Chiki
yaudah aku beli aja deh pake uang saku ama minjem uang temen
au ngejanjiin bakal bayar kalo ayamnya beranak*gimana mau bertelur kalo ga ada jantannya
pokonya hari itu aku beli ayam
pulang rumah aku bikinin rumah thu ayam dari kerdus bekas Indomie terus aku selimutin dia
aku kasih makanan bergizi 4 sehat 5 sempurna
aku kasih vitamin*lebih mahal dari vitamin dedeku
aku ademin pake AC trus aku hadepin kardusnya ke arah TV kamarku
jadi ayamku ada hiburan ga kurang pergaulan kaya ayam tetangga
setelah lumayan gede aku ajak dia jalan-jalan sore
lari pagi muterin komplek kenalan ama temen arisan mamiku
membiarkan ayamku eksis dikalangan sosialita
dan ga cuma bergaul dengan ayam tetangga saja
pergaulan ayamku juga aku pilih cuma bole gaul sama ayam yang kaya juga
setiap keluar jalan pasti mereka makannya "Steak Ayam"
menunjukan ayamku gaoel abiezzz
aku ajak jalan chiko chiki chika pake karet gelang muterin lapangan dikomplek
serasa pariz hilton bawa chihuahua*kalo inget pengen ngerajam diri pake batu
Tapiii
kisah indahku bersama mereka cuma berakhir dipanci
mamiku yang adalah gerakan pembenci binatang
tidak suka keberadaan ayamku yang lebih eksis dikalangan ibu2 dibanding mamiku
jadi mamiku menyuruh Ratmi Hilton*pembantuku motong chika chiki chiko jadi sayur sup ayam
Pulang-pulang aku cuma bisa bengong bengong liat ayamku udah dipanci nari2 sama wortel and kol
pacar-pacar chika chiko chiki juga histeris liat pacar mereka berendam di air panas ampe kaku
Yasudah mau diapakan lagi kalo mamiku yang berkehendak
aku cuma berdoa "Damailah chika chiko chiki dikloset"

Suatu bingkai yang sempurna

Wajah manusia seperti sebuah buku yang ternyata sangat menarik untuk dibaca. Membaca senyum yang dibuat olehnya, membuat tawa yang dilepaskan olehnya ataupun suara yang dibisikkannya. Atau mungkin kita bisa membaca kesedihan lewat air mata, atau bola mata yang sayu. Membaca kemarahan lewat gemeretak geraham dan nafas yang hidung denguskan. Atau membaca kebingungan saat mata terlalu banyak mengedip, saat ludah lebih banyak ditelan. Membaca ketegangan saat mata tak berkedip, nafas berat dan mata yang tajam. Selalu ada cara untuk membaca wajah. Dan wajah selalu menyimpan misterinya rapat rapat. Seperti wajahmu, yang bersembunyi di balik tatapanmu yang tajam.

Dalam jarak yang jauh ini, melihatmu samar samar berpendar jauh. Aku mencoba membaca wajahmu, wajah Tegas kepunyaan malaikat surgawi. Di keningmu aku lihat beberapa berkas sinar. Menandakan kecerdasan yang kamu miliki, dan aku tak pernah meragukan itu. Yang pertama sinar putih, menandakan putihnya hatimu.yang tak pernah marah padaku meski aku sering membentakmu.karena dengan itulah aku dapat menutupi perasaanku. Yang kedua sinar biru, menandakan teduhnya hatimu. Seperti laut yang selalu bisa menyimpan kesedihan dalam dalam. Hatimu seperti samudera yang dalam, butuh keberanian untuk menyelaminya sampai ke dasar. Tidak hanya berenang kecipak kecipuk di permukaan saja.


Sedang di matamu selalu terlihat pelangi kecil. Bukan pelangi seperti yang terlihat sesudah hujan memang, lebih kecil. Seperti pelangi yang terlihat pada butiran embun yang tertimpa matahari pagi. Lembut dan menyejukkan menjadi pelipur lara bagi tubuh ini dari dingin semalam. Tak hanya pelangi saja, semua benda langit aku pikir ada di matamu. Ada matahari senja yang menghangatkan, ada rembulan yang menerangi setiap malam datang. Dan bintang bintang yang berkilauan di matamu yang telak membuat aku bertekuk lutut padamu. Seandainya ada pertanyaan mengenai mata siapa yang paling indah di dunia ini. Dengan tegas aku menjawab "matamu"


Telingamu aku yakin adalah telinga yang paling cantik. Bukan karena bentuk daunnya tapi karena kamu seorang pendengar yang baik. Sehingga berbicara denganmu adalah salah satu obat pelipur lara. Karena aku tau, kamu selalu mendengarkan sepenuh hati. Tak pernah menampakkan wajah bosan atau meremehkan. Dan kamu mendengarkan semua hal yang baik. Aku masih ingat, kamu memiliki selera musik yang bagus. Mendengarkan curahan hati sahabatmu, tentang putus cinta atau tentang patah hati lalu cemburu bahkan pertengkaran.


Dan yang paling menyenangkan dari membaca wajah adalah membaca senyum. Karena senyum memadukan gerak bibir, pipi, dahi, hidung, dagu, pelipis, mata dan seluruh wajah. Membaca senyum seperti melihat bunga mawar yang merekah. Seperti kembang api yang bertebaran di langit. Seperti andromeda yang memercikan ratusan bintang di langit tingkat sekian. Tidak ada yang lebih indah dari senyum. Karena senyum mampu menyembuhkan semua rasa sakit. Bahkan senyum menyembuhkan dendam. Pernahkah kau mengira betapa ajaib senyummu


Baru sebatas itu aku bisa membaca wajah. hanya sebatas wajah yang bisa aku baca. Aku tak bisa membaca rambut hitammu, karena aku tak dapat membelaimu. Aku juga tak bisa mengeja satu persatu lentik jari tanganmu, karena aku tak bisa menyentuh tanganmu. Tapi tenanglah, aku hanya suka membaca wajahmu bukan yang lain. Wajah buku dengan sampul wajah yang tegas namun terpancar kelembutan. Sayang kita sekarang tidak saling kenal, hanya sebatas kemampuanku untuk menatapmu dari kejauhan. Mencuri senyummu. Ikut tersenyum saat mengingat suaramu.

Tetap disana dan jangan pergi. Aku tetap disini mengamatimu dari kejauhan dan akan terus membaca wajahmu

Tulisan tanpa arti

Seperti yang sudah saya duga
begini pada akhirnya aku sudah bisa menebaknya
sudah sepatutnya saya mempercayai keyakinan awalku
Tiada lagi yang seperti Dia dan mereka ditempat ini
Entah dicari sampai keujung dunia
Entah dengan sebutan apa atau apapun yang sudah kulakukan untuk dia
dia memang tidak ada
Buat apa kamu belajar untuk mempercayai dia
kalau dia juga tidak berusaha mempercayai kamu
Buat apa kamu berusaha mengira bahwa dia selalu ada
kalau kenyataanya kamu masih sibuk menulisi kisahmu
Buat apa kamu memberi sebutan khusus
kalau pada dasarnya dia sama dengan yang lainnya
buat apa kamu berubah menjadi roman picisan
kalau dia tidak percaya kamu sudah berubah menganggap dia ada
Buat apa kamu memperbaiki diri sendiri
kalau dia memang selalu mencari kekuranganmu
Buat apa kamu mengerti dia
kalau dia menganggap kamu sebatas orang yang suka meratapi kesedihan
Hidup ini terlalu susah buat diungkapkan
Hidup ini terlalu susah untuk ditelaah
Masihkah kamu percaya bahwa dia ada
Dikala aku sedang berusaha mengenyahkan egoku yang lama
dia malah membuat semuanya luluh lantah

Andai kamu telah dewasa nanti

Hai bung
Apa kabar?
Semoga kamu baik baik saja
atau malah terlalu sibuk mengurusi orang lain
sampai lupa mengurus diri sendiri
Seperti mengurusi urusanku
Memangnya kenapa kalau aku tidak suka pedas
Orang tidak bisa disebut pengecut hanya karena tidak doyan pedas. Toh semua orang yang makan sambal pasti matanya berair. Membuktikan aku masih punya air mata, tapi aku tidak ditakdirkan untuk bersedih.
Memangnya kenapa kalau aku tidak percaya adanya cinta
benarkan cinta adalah sesuatu yang abstrak dan tidak dapat membuatmu kenyang
bermain dengannya hanya membuat tersenyum sebentar dan menangis selamanya
Memangnya kenapa kalau aku tidak percaya ada pria sempurna
karena memang semua pria tidak sempurna dan mencari wanita yang sempurna
bagaimana nasibku yang tidak sempurna ini?
Masih bolehkah aku berharap pada seorang pria
Memangnya kenapa kalau aku mau jadi wanita yang kuat
aku tidak akan pernah merepotkan kamu lagi
dan kamu tidak usah repot-repot lagi mendengarkan aku menangis lagi
Memangnya kenapa kalau aku tidak bisa berenang
Lebih baik berkata aku tidak bisa daripada aku berpura-pura bisa
aku bisa mati tenggelam karenanya
Memangnya kenapa kalau aku suka belajar
Dan memang kenapa aku tertarik padamu
Tapi sepertinya tidak mungkin terjadi
Aku tidak suka pria yang terlalu menarik
Tunggulah sampai kau dewasa dan kau akan tahu apa alasanku melakukan itu semua

Jumat, 25 Februari 2011

Now playing

Lost-Michael Buble

I can't believe it's over
I watched the whole thing fall
And I never saw the writing that was on the wall
If I'd only knew
The days were slipping past
That the good things never last
That you were crying

Summer turned to winter
And the snow it turned to rain
And the rain turned into tears upon your face
I hardly recognized the girl you are today
And god I hope it's not too late
It's not too late
'Cause you are not alone
I'm always there with you
And we'll get lost together
Till the light comes pouring through
'Cause when you feel like you're done
And the darkness has won
Babe, you're not lost
When your worlds crashing down
And you can't bear the thought
I said, babe, you're not lost

Life can show no mercy
It can tear your soul apart
It can make you feel like you've gone crazy
But you're not
Things have seem to changed
There's one thing that's still the same
In my heart you have remained
And we can fly fly fly away

Minggu, 20 Februari 2011

suatu pagi di loby mall

Saat terduduk dibangku mall
masih jam 9 pagi
menunggu pintu mall dibuka
aku seperti orang miskin
diusir satpam sana sini tak boleh masuk
berjalan terus dari pintu kepintu
akhirnya menemukan sebuah persinggahan juga
harta karun gumamku
kutaruh printer disebelah, merenggangkan otot tanganku
mencoba menunggu dg sabar
walau ingin sekali menyobek mulut para satpam itu
ku hitung menit kulirik detik
kenapa lama sekali
aku bosan seperti sudah seharu
kucoba membunuh waktu
mengamati orang yang bernasib sama denganku
Dan mataku tertuju
pada seorang ibu muda cantik
sedang hamil dan membawa anaknya
bukan tertarik pada anaknya
tapi aku sibuk menerka akan kisah wanita itu
tergopoh-gopoh turun dari angkot
membawa tas anaknya dan perut besar dibadannya
mukanya yang cantik dipoles seadanya
dengan blush on dan lipstik murahan
kulitnya yang putih mulai tercampur dengan sengatan matahari
tak mengeluarkan cahaya lagi
andai saja dia mau bertahan dan memilih cinta
sudah dipastikan dia tak begini
dengan parasnya yang cantik
dia tak mungkin naik angkot dan menunggu diluar bersamaku
dia akan menunggu dalam mercy yang lengkap dengan supir yang membukakan pintu
kulit cantiknya tidak mungkin dibasahi keringat
tak mungkin membawa bawaan dan menggandeng anak sendiri
karena pasti ada banyak pembantu yang membawakannya
Andai saja dia mau berfikir masak-masak dan tidak kalah dengan apa yang bernama cinta
masih banyak pria yang memuja cintanya
atau menjadi sekretaris cantik yang dipuja bosnya
semua rela memberikan apapun untuk mendapatkannya
andai dia tahu kehidupannya sekarang
mungkin dia mengutuki apa yang bernama cinta
aku menghadiahkan senyumku padanya, turut merasakan kesedihannya
Dia membalas senyumanku seakan berkata "kau benar Avrenita"

Sabtu, 19 Februari 2011

International Tahi (trade) Law

Slide yang bikin Horny* ak ga tw apa artinya, nemu istilah ini dr obat di boston
mungkin kek capek gtu kali yah
coba bsk aku tanya Adrian


Lady gaga kerjain Tugas..rawr.rawr..lalalala.hulalalalala*lady gaga keselek bulu ketek

Kau hancurkan aku dengan artikelmu..Terima kasih loh upahmu besar disurga
semoga bulu ketek anda tumbuh subur


Gembira akhirnya kelar juga..gembira tetep aj jelek
mukanya kayak keselek menyan

Doa dimalam hari

Tuhan terima kasih buat semuanya
semua nafas
semua cerita
semua tangis
semua senyum
setiap denyut nadi
setiap angin yang berhembus
setiap udara yang terpaut
setiap pasir yang berbisik
setiap bintang yang gemerincing
setiap pertemuan
setiap perpisahan
setiap suka duka
setiap canda tawa
setiap haru biru
setiap lengkungan senyum
setiap pelangi
setiap hujan dan kelabu
takutku sedihku teriakku gembiraku
terima kasih buat segalanya
boleh kah aku meminta lagi Tuhan
aku mau dia Tuhan
dia yang biasa saja
untuk duduk disampingku
menanti seorang biasa yang lelah bermimpi
dengan membawa teduh tatapan matanya
yang dahulu bukan untukku
Hanya itu saja yang kuinginkan
Tapi maaf jangan bilang lagi Tuhan itu terlalu tinggi

Jumat, 18 Februari 2011

Silent Bench in UPH

I don't know how to say thank to Adrian Hartanto and Priscilla Christy
Thank you very much
You became my firework in my silent night
You made there are many of butterflies in my eye
You made me put in down my desire to cut my self
when i forgot how to cry and spoke out my problem
i couldn't spell out what problem in my life
When i just can ran in the gym for three hour to forgot and sweep away my problem
problem like a shadow couldn't be interpreted and touched but it always follow me
but you helped me so well
You are more precious than money
You are more interesting than shopping and spend out my money
You can help me to know how meaningful my life
and what is thing which make me longer life?
When I have friends like you
and let our problem flown away like wind
and let just us and silent bench who knew my craziness
Thank You
-Aphrenita, Karawaci 18 Februari 2011, 23.40-

Love-Latte

Terinspirasi saat aku sedang menuju perjalanan pulang
Ditemani suara penyiar radio dan klakson diluar jendela sana
Pikiranku melayang-layang mencari apa yang aku cari
Pernahkah kalian berpikir kopi sama seperti cinta
Mengapa tiba tiba aku mendapatkan hal itu
Karena hari ini hidupku dipenuhi dengan kopi namun tidak oleh cinta
walaupun aku tidak suka kopi, tapi aku tidak bisa berkata aku tidak suka cinta
kesamaan antara kopi dan cinta aku sebut dengan Lovelatte
Seperti seorang barista yang menyerahkan kehidupannya
Hanya untuk secangkir kopi
Menggadaikan seluruhnya untuk menciptakan suatu kopi yang enak
Dan seperti pemuja cinta yang mengenyahkan seluruh kehidupannya
Untuk bertekuk lutut membuang angan-angan
Hanya untuk sejumput cinta
Seperti kopi yang pahit, cinta juga tececap pahit
Namun masih ada orang yang tergila-gila dengannya
Katanya dalam kepahitan itu setelahnya kita akan menemukan kebahagian
Apakah itu benar. Tapi apa kalian mau meminum pahitnya dulu baru mencecap manis
Dan katanya kopi adalah sumber inspirasi
Terlihat banyak penulis menghabiskan waktunya dikedai kopi
Hanya untuk mencari sebait tulisan
Ia membiarkan giginya ternodai dengan kopi hanya untuk mencari ilham
Cinta juga bisa menjadi sumber inspirasi
Mengubah seucap salam menjadi cerita
Mengubah secuil senyum menjadi lukisan
Mengubah sebaris kata-kata menjadi puisi
dan Klakson di belakang mobil mengaggetkanku
Dan aku kembali kedunia nyata
Membuang anganku tentang keduanya
Kembali terdiam membelah malam
How perfect you are. is there any reason for me not to admire you?