Minggu, 04 September 2011

Romance of Adrielle Part 10

“Sepertinya aku hanya membuang waktuku hanya dengan diam disini tanpa arti tanpa rasa tanpa hasil” aku baru kali ini mendengar suara dari wanita yang bernama Chele itu, terus terang dan diberi tekanan pada setiap lafalnya. Benar benar berbeda dari wajahnya yang memancarkan keteduhan. “Kau kira aku tidak membuang waktuku hanya untuk bertemu denganmu, kalau bukan karena ingin melihat dia tersenyum aku tidak akan sudi merendahkan diriku mencari waktu bertemu denganmu ciiih”. Duduk berhadapan namun dalam sudut pandang yang berbeda, Chele sedari tadi memandang keluar dan chira memandang kebawah sembari memainkan ujung kukunya. ‘’Aku tidak akan bisa membuatnya bahagia, kamu saja yang membahagiakannya ambil dia kalo memang kamu mau aku sudah tidak membutuhkannya, maaf tapi sepertinya aku sudah tidak ada waktu hanya untuk memperebutkan lelaki lemah seperti dia ” Chele menghentakan kakinya meraih tasnya untuk pergi. Aku minggir terkejut melihatnya, memang manusia akan menunjukan karakter aslinya apabila dibawah tekanan. Chira terlihat tenang tapi wajahnya tak kalah tegang, ia menghembuskan nafas dan berkata pelan namun penuh sarkastisme didalamnya “Aku tak habis pikir mengapa Adri mencintaimu seperti orang kesurupan, hingga kehilangan senyum terbaiknya dan membuatku harus datang disini berlaku seperti malaikat kesiangan untuk menjadi penyambung cinta diantara kalian. Aku datang kesini bukan karena aku mencintai atau menginginkan lelaki mu tetapi karena aku tahu rasanya bagaimana mencintai seseorang itu tetapi orang yang dicintai malah mengabaikanmu. Tapi sepertinya Adri salah memilih tempat untuk menanamkan cintanya, cintanya jatuh ditempat yang salah menyebabkan akar yang sudah dalam jatuh terinjak injak dan nyaris busuk, bahkan lesbian sepertiku juga tidak akan pernah jatuh cinta kepada dirimu”. Aku mengerjap kerjapkan mataku dan memukul kepalaku seakan tak percaya akhirnya Chira mengatakan hal itu, Chele juga seakan tak percaya terhadap pendengarannya ia mematung dan menatap Chira yang hampir menangis. Chira terlihat berusaha menahan air matanya di udara, padahal menangis bukanlah hal yang lemah. Wanita yang kuat adalah wanita yang berani menjatuhkan air matanya untuk menjadi seseorang yang lebih baik. Chele berbalik dan duduk, Chira tetap mematung disana suasana kembali diam tapi ada rasa hangat dibalik semuanya. “Chira, kau benar aku terlalu cemburu dan aku tahu kan apa arti cemburu itu, sekarang apa yang kamu mau” . Ahh… Aku bergumam dalam hati sepertinya masalah ini akan selesai dengan bahagia. Aku menghembuskan nafas lega dan membayangkan tugasku berakhir dengan sempurna.

Rumah lelaki itu diketuk, dan sepertinya aku bisa menebak siapa tamu di luar itu. Aku buru buru menyamai langkah lelaki itu membuka pintu, tercium aroma parfum yang khas dari lelaki itu. Ups..kenapa aku malah memperhatikan parfumnya seharusnya aku lebih berkonsentrasi menebak apakah lelaki itu akan tersenyum lagi setelah melihat tamu diluar itu. ada apa dengan otakku..Pintu dibuka nafasku seakan berhenti berdetak.


Apakah benar kisah ini akan berakhir dengan bahagia atas bantuan wanita bernama Chira..siapa gerangan yang datang mengunjungi rumah lelaki itu

Romance of Adrielle Part 9

Aku bergidik ngeri memandang wanita ini, pada awalnya aku mengira dia menyukai lelaki ini tetapi ternyata aku salah. Benar benar misteri yang tak pernah terkuak, hatinya terlalu dalam untuk diselami dan dimengerti pikirannya.

Lesbian kata kata itu masih terngiang ngiang di telingaku. Ternyata senyum yang diberikannya pada lelaki itu murni senyum pertemanan. Senyum yang diberikan untuk teman yang sama bukan untuk menarik perhatiannya. Aku bergidik jika seandainya aku tidak kasat mata apakah Chira akan suka padaku. Ku tepis segala imajinasi liarku. Sekarang aku tahu dalam masalah ini kesalah pahaman adalah akar dari semuanya yang membuat seorang manusia kehilangan senyumnya. Hemph..sepertinya pada keadaan seperti ini aku harus berbuat sesuatu untuk meluruskan benang yang kusut ini. Aku mengepakan sayapku bergegas pergi meninggalkan lelaki yang sedari tadi berpandangan kosong, aku tahu dia sangat terluka, tapi dia malah sibuk meratapi kesedihannya tanpa mau berbuat apa apa untuk memperjuangkan wanitanya. benar benar lelaki yang keras kepala dan sulit untuk dipahami. Aku akan menemui wanita cantik itu, ya chele dia harus tahu kenyataanya. Mataku menyapu kesana kemari mencari wanita 3 tahun yang lalu, hanya mengandalkan ingatanku dan mencoba mencari diantara tumpukan manusia didepanku. Aku bersorak sayapku berkedut lincah menghampiri hasil temuanku, akhirnya aku menemukannya tapi dia sedang duduk dengan seseorang yang tidak asing menurut pandanganku. Ya wanita itu, apa yang dia lakukan batinku, apakah ini wujud pertanggung jawabannya ato wujud cintanya pada lelaki itu. Entahlah aku harus segera mendengarkannya. Lagi lagi semuanya membisu, dengan tatapan yang tidak bersahabat mereka duduk berhadapan seakan ingin memangsa satu sama lain.


Untuk apa Chira mendatangi wanita 3 itu, apakah masalah ini akan terurai dengan bahagia seperti yang diharapkan sang peri

Romance of Adrielle Part 8

Aku mencium bau peperangan disini, benar saja sedetik kemudian wanita bernama Chira itu datang menemui lelaki itu. Namun ada kecanggungan dimatanya, ia mengambil jarak yang lebar dengan lelaki itu. Obrolannya juga tidak sebebas biasanya. Jelas saja dia memang bersalah atas masalah ini. Aku memakinya tapi percuma saja dia juga tidak mendengar. Ada kesenjangan diantara mereka, duduk seakan terpisahkan dua bentangan alam yang lebar saling diam seakan matahari yang memancar siang ini tidak dapat mencairkan kebisuan antara mereka berdua. Kita dibawah langit yang sama, cahaya yang sama namun seperti ada di dimensi yang berbeda. Aku sibuk memandangi mereka berdua, mataku bergerak mengawasi mereka berdua. Mereka tetap diam tidak saling memandang tetapi tidak saling mengacuhkan. Aku sudah tidak sabar mendengar pengakuan dari wanita yang juga menyimpan sejumlah arti. Aku menendang nendang pipi wanita itu agar berbicara sedikit kata maaf penjelasan kemarin. Namun sepertinya usahaku sia sia. Suasana tetap sama, tetap diam membosankan. Aku duduk terkulai menunggu perubahan hari ini. Tiba tiba Aku mendengar wanita itu bergumam membuka mulutnya. Dia enggan meminta maaf tapi dimatanya terdapat raut penyesalan. Harga dirinya masih terlalu tinggi untuk bertanggung jawab atas peristiwa ini. Sebenarnya bukan dia yang sepenuhnya bersalah, yang salah hanyalah kebisuan diantara mereka bertiga. Andai saja suaraku cukup nyaring menguak semuanya. Wanita itu tak usah menyangkal harga dirinya untuk meminta maaf dan lelaki itu masih mempertahankan senyumnya pada tiga tahun silam bersama wanita berparas surga. Aku tetap pada pendirianku, tetap ingin menghakimi wanita bernama Chira itu yang memperkeruh keadaan ini.

“Aku tidak bisa tidur semalam, padahal kau tahu aku selalu dapat tidur dengan baik”. kata kata Chira itu memulai percakapan tadi seakan mencairkan sebongkah gunung es yang besar. Aku geram, siapa yang menanyakan dia tidur atau tidak tadi malam. Tetapi lelaki itu terlalu baik dia malah terlihat khawatir. Ingin aku meneriakinya hai bung itu hanya tipuan wanita semata yang ingin kau perhatikan. Tapi sekali lagi lelaki itu diam saja. Chira melanjutkan perkataannya “Aku tidak tahu siapa yang bertanggung jawab dengan perpisahanmu tetapi aku juga sedih kehilangan senyumanmu lagi apalagi aku merasa aku juga menjadi penyebab hilangnya senyummu”. Aku menghentakan kakiku dengan gusar. Dia masih bisa berkata seolah olah semuanya bukan kesalahan dia, padahal aku yakin wanita ini menginginkan peristiwa ini terjadi dan ia akan memiliki lelaki itu dan menjadi pasangannya. Aku berani bertaruh, ia tak akan bisa memiliki lelaki itu. Mungkin saja ia bisa mendapatkan raganya tapi apakah ia bisa mendapatkan senyuman yang sama untuk wanita tiga tahun silam itu. Lelaki itu terlalu baik, ia tidak menyalahkan wanita itu malah ia hanya tersenyum seakan berkata tidak ada yang salah dengan semuanya berbeda denganku yang sekarang sedang menahan diri untuk tidak menarik rambut wanita itu. Chira mendesahkan nafas dan mencoba memberikan solusi dan bersedia bertanggung jawab atas kesalah pahaman ini. Aku hanya mencibir, sepertinya dia hanya ingin mengambil hati lelaki itu agar lelaki itu berpaling padanya. Segala perkataan darinya aku hanya pandang remeh karena menurutku yang dia inginkan hanya satu yaitu lelaki itu. Suasana kembali diam dan aku kembali duduk diatas bahu wanita itu dan tetap menendang nendang bahu wanita itu. Tiba tiba saja wanita itu bangkit dan lelaki itu menatap ke arahnya. “Aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan hubungan kalian”. Lelaki itu tetap diam, tetapi matanya seakan bertanya hal apakah itu. Chira tersenyum tapi aku menangkap kegetiran didalamnya. Benar benar sulit untuk ditebak “Aku tahu chelle cemburu denganku, walaupun aku tidak secantik dia. Tapi aku yakin dia salah paham dengan ini semua. Dia hanya tahu aku dekat dengan mu. Tapi dia tidak tahu tentang keadaanku sekarang. Dia tidak tahu bahwa aku seorang Lesbian”. Aku seketika berdiri dan menatap lekat lekat wanita itu, tidak ada nada bercanda didalam kata katanya...


Lesbian..apakah benar kebenarannya atau hanya penyelesaian semata..apakah menjelaskan kata itu..keadaan akan menjadi membaik

Romance of Adrielle Part 7

Malam ini sepertinya aku tidak bisa memejamkan mata. Aku kesal sekali dengan perempuan bernama Chira. Namanya saja sudah menunjukan betapa jahat perangainya. Hampir saja aku tertipu oleh gaya santainya, kepolosannya, dan kemandiriannya. Namun ternyata ia tetap penggoda lelaki. Aku dapat pastikan kalau Chira jatuh cinta pada lelaki itu, dari cara dia berbicara menatap dan memandang. Aku tidak pernah mengutuki orang yang jatuh cinta namun aku menghujat wanita yang mencari celah ketika sebuah hati sedang berlubang dan mencoba menciptakan senyuman yang pernah hilang. Tetapi sekali lagi aku tekankan untuk wanita yang bernama Chira aku dapat pastikan kau tidak akan berhasil menggantikan gadis malaikat dihati lelaki itu dan kamu tidak akan berhasil menciptakan senyum lelaki seperti dahulu. aku marah, marah sekali, aku menendang semua benda disekitarku membayangkan itu adalah wanita bernama Chira. Entah apa kesalahan Chira kepadaku yang jelas aku sebal padanya. Dia yang membuat lelaki itu kehilangan senyumnya kembali dan kembali masuk dalam senja kehidupannya. Aku bergeming dari tempatku sekarang melihat keadan lelaki itu setelah pertemuan senja tadi. Keadaan yang paling menyedihkan yang pertama aku lihat. aku berlalu dari pemandangan ini dan mengutuki wanita bernama Chira dan menarik pandanganku tentang dirinya tadi pagi yang menganggap dia adalah gadis paling menyenangkan yang pernah aku kenal. Tunggu aku besok, aku akan meminta pertanggung jawaban darimu, Chira. aku bersiap siap untuk tidur dan memikirkan segudang rencanaku untuk membantu lelaki itu.

Aku tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Aku membasuh mukaku dengan embun yang menempel di dedaunan mencoba menghilangkan kantong mata yang menghitam. Pikiranku masih dipenuhi dengan kemarahan membuat aku bermimpi macam macam dan semuanya pasti sedang menyerang Chira. kalian pasti bertanya kenapa peri masih bisa bermimpi. Aku katakan ya pada kalian, mimpi itu penting tanpa mimpi kamu tidak tahu apa arti hidup hari ini dan tidak tahu untuk apa hidup esok hari. Tanpa mimpi kamu hanya tahu hidup hari ini saja, tanpa pencapaian, ikut arus dan sekedar bahagia saja. Tidak tahu disana ada sesuatu kebahagian lebih yang menunggu untuk kamu raih. Dan kalian tahu tidak kenapa mimpi datang saat kita tidur, karena mimpi itu keluar dari hati disaat kita tidak mengekangkan dengan pikiran kita. Disaat kita menenangkan dan mengesampingkan kemampuan kita disitulah mimpi akan hadir dalam pandangan kita. Setidaknya itu sedikit penghargaanku terhadap eksistensi sebuah mimpi. Lupakan masalah mimpi sekarang, lebih penting sekarang pergi mengikuti lelaki itu hari ini dan melanjutkan kisah ini.


Apa yang akan peri lakukan untuk membalas Chira..apakah benar Chira yang bersalah dalam masalah ini

Romance of Adrielle Part 6

Hari semakin senja, obrolan mereka terhenti ketika Chira ingin pergi ke sebuah Mall. Apa itu mall aku tidak tahu itu. Penasaran aku mengikuti mereka untuk melihat seperti apa Mall itu. Sepertinya aku sudah dapat membaca bagaimana sifat Chira dari obrolannya dengan lelaki itu. Dia terlihat seperti wanita yang sangat mandiri sampai sampai menolak untuk ditemani ke Mall. yah..memang nasib menjadi seperti peri sepertiku hanya menebak dan mengira saja. Untung saja lelaki itu memaksa untuk tetap menemaninya kalau tidak aku akan selalu penasaran dengan apa itu Mall. Aku menggelayut di bahu lelaki itu, hitung hitung menghemat tenaga daripada harus terbang terus kesana kemari lagipula tempat ini sangat ramai dan asing. Aku takut kehilangan mereka berdua. Ternyata mall itu tempat toko toko berkumpul, segenggam manusia juga berkumpul disini. Mungkin mereka ingin mencari sesuatu disini atau hanya sekedar berjalan jalan untuk menggelontorkan lemak yang bersemaram dalam tubuhnya. aku sibuk menyapukan pandanganku kesekelilingku mengamati pemandangan yang langka ini, banyak lampu berkelap kelip seperti bintang udaranya juga sangat dingin sampai menusuk tulangku. Setidaknya kalau saya sudah kembali ke nirwana, inilah yang bisa aku ceritakan pada temanku disana. Tentang pengalamannku mengunjungi sebuah tempat yang bernama Mall. Aku tersenyum sendiri membayangkan reaksi temanku yang penasaran ingin turun kesini untuk melihat seperti apa mall yang aku ceritakan. Mataku terus menyapu keseluruh penjuru ruangan ini, tiba tiba aku menangkap bayangan wanita cantik tiga tahun silam. Ya sepertinya itu Chelle, wanita yang selalu ada dipembicaraan lelaki itu, yang selalu ada dalam malam kelabunya, dalam isak tangis dan doanya. Aku tidak salah lagi, aku hapal benar dengan raut wajahnya walaupun hanya sekali saja bertemu dan walaupun dia lebih terlihat dewasa dan anggun sekarang. Aku berteriak dalam telinga lelaki itu, melompat-lompat dibahunya dan menendang nendang pipinya. Menyadarkan bahwa ada mata yang mengawasi dirinya bersama wanita bersama Chira itu. Tetapi usahaku tetaplah sia sia mereka tetap saja berjalan. Namun akhirnya lelaki itu menoleh juga dan menyapa gadis cantik itu mereka berpandangan kaku dan lelaki itu mencoba menyapa. Tapi gadis cantik itu membuang mukanya dan menghindari lelaki itu. Lelaki itu hanya memandang jauh dan kehilangan senyumnya lagi. Disampingnya aku melihat Chira dengan ragu ragu menepuk bahunya dengan raut muka yang tidak bisa diterjemahkan.


Sepertinya benang cinta mereka akan semakin kusut dengan kehadiran Chira dikehidupan Chele dan Adri, mampukah sang peri menguraikan kembali

Romance of Adrielle Part 5

Otakku kembali berputar siapa gadis ini, apakah lelaki ini tega meninggalkan gadis cantiknya hanya untuk cinta gadis ini. Seberapa menarik gadis ini. Membuatku lebih penasaran. Kenapa aku tidak bisa berbicara langsung dengan mereka. Membuatku harus berpusing pusing ingin tahu akan jati diri mereka. Siapa dia, mengapa dia pertanyaan bergejolak dikepalaku ingin segera diisi dengan jawaban.

Melewatkan makan siang bersama mereka, mendengarkan obrolan manusia yang cukup menyenangkan. Gadis itu bernama Chira, Lelaki yang selama ini kuamati bernama Adri dan gadis cantik 3 tahun silam itu bernama Chelle. Nama yang indah seperti gugusan wajahnya. Setidaknya baru itu yang aku mengerti dari obrolannya siang ini. Chira gadis yang menyenangkan walau wajahnya tak semanis selera humornya. Namun dia cukup menyenangkan untuk menjadi lawan bicara. Aku duduk dibahunya mendengarkan setiap ocehannya sesekali tertawa sampai bahuku terguncang. Aku melirik ke arah lelaki itu. Mungkin aku belum terbiasa memanggil Adri jadi aku tetap memanggil dia dengan sebutan lelaki. Dia tersenyum lebar namun tetap saja terlihat sedih seperti menggelayuti sesuatu. Aku dapat menebak siapa yang ada dalam pikirannya sekarang ini. Yang jelas bukan Chira yang sekarang sedang menaikan kakinya diatas kursi mengundang seluruh tatapan dari pengunjung ditempat ini. Namun setidaknya Chira tidak perduli dengan tatapan semua orang ia tetap asyik mengobrol dengan lelaki itu sesekali. Mendengarkan obrolan mereka membuat hari hariku sedikit lebih indah. Aku mulai menyukai teman lelaki itu, dia energic walau tidak cantik percaya dirinya membuat semua orang akan berhenti sejenak untuk melihatnya. Walaupun terkadang sedikit memalukan aku selalu melihat tawa dari seseorang di sekitarnya. Aku juga sedari tadi mendengarkan setiap obrolannya mencari celah apakah ada bagian yang lucu darinya dan ikut larut dalam tawa seakan aku juga dalam kalangan manusia. Dari ceritanya mengetahui ada masalah dengan hubungan lelaki itu dengan wanita cantik yang bernama Chelle. Seperti yang telah saya duga sebelumnya cinta yang menghapus senyum dibibirnya. Satu pertanyaanku terjawab sudah tetapi timbul banyak pertanyaan lain dihadapanku. Mengapa masalah datang diantara mereka, kelihatanya mereka saling mencintai, apakah ada hubungannya dengan wanita yang bernama Chira ini. Tetapi sepertinya tidak mungkin lelaki itu meninggalkan Chelle hanya untuk perempuan ini. Tetapi apakah Chira tahu dia tidak mungkin mendapatkan hati lelaki itu. Aku berharap Chira cepat menyadari kesalahannya apabila dia telah jatuh cinta di tempat yang salah. Aku tidak mau ada mutiara bening mengalir dari matanya yang berbinar apabila dia menyadari cintanya bertepuk sebelah tangan.


Apakah sebenarnya hubungan lelaki itu dan wanita yang sekarang menemani hari harinya..Apakah dengan wanita itu ia telah melupakan gadis tiga tahun silam..

Jumat, 19 Agustus 2011

A Little Bit Stronger

Woke up late today and I still feel the sting of the pain

But I brushed my teeth anyway
I got dressed through the mess and put a smile on my face
I got a little bit stronger

Riding in the car to work and I'm trying to ignore the hurt
So I turned on the radio, stupid song made me think of you
I listened to it for minute but I changed it
I'm getting a little bit stronger, just a little bit stronger

And I'm done hoping that we could work it out
I'm done with how it feels, spinning my wheels
Letting you drag my heart around
And, oh, I'm done thinking that you could ever change

I know my heart will never be the same
But I'm telling myself I'll be okay
Even on my weakest days
I get a little bit stronger

Doesn't happen overnight but you turn around
And a month's gone by and you realize you haven't cried
I'm not giving you a hour or a second or another minute longer
I'm busy getting stronger

Getting along without you, baby

I'm better off without you, baby

How does it feel without me, baby?
I'm getting stronger without you, baby



Rabu, 17 Agustus 2011

Don't you remember

When will I see you again

You left with no goodbye
Not a single a word was said
No final kiss to seal any sins
I had no idea in the state we were in

I know I have a fickle heart
And a bitterness and a wandering eye and a heaviness in my head

But don't you remember
Don't you remember
The reason you love me before
Baby, please remember me once more

When was the last time
You thought of me
Oh have you completely erased me from your memory
I often think about where I went wrong
The more I do the less I know

Gave you the space so you could breathe,

I kept my distance so you would be free,
And hope that you find the missing piece,
To bring you back to me,

When will I see you again

Minggu, 07 Agustus 2011

Brand New Avrenita

New Me!!
My resolution for new semester
1. Keep my weight 48 kg
2. increase my height 167 cm
3. Forgeting Him
4. Close with Jesus Christ
5. increase my bank's account
6. Dream's program success
7. Greater IP
8. Quality time with Family and Friend
9. Keep my healthy with sport and eat vegetables
10. Run all of the resolution

Avrenita you can d0 it

Oh My Chri*****eR


I thought i can share all of my love, life and future with you
but you choose your own way
i don't try to ignore you but i just protected my heart
i just wanna wait you give some effort
I knew all because my mistaken...I hope and dream too much
so i accepted all of the pain
but its ok...thank you for all buterfly that you have sent which loaded my heart
I think i will be allright
although honestly i cried in the middle night after knew the reality
i hope you found the best angel in your life
don't make she hurt..because woman's heart is fragile
and maybe she doesn't have best angel in her life
like me who have My Jesus My parents, My brother, Laura, Nico, Adrian, Rosa, Jenike, Cilla, Adeline,Trisno, Cin cin, Mira and so many people who catch me up
she just know you as best angel..
Hai Man in the mirror..I hope after this we can growt up and think this wisely to become bestfriend that i ever had..
I love You but i think now i must move on and not become your shadow..
I realized love someone doesn't mean you need to be with him
I have said that without C everything can't gonna be perfeCt
but now i try to make all of things be Awesome

Rabu, 27 Juli 2011

Rapat Kerja BEM

Haihai*melambaikan tangan ala Miss UPH
Juli juli yang melelahkan sekali
Avre serasa artis Syahrini yang ngadain roadshow keliling kalimantan
kenapa? gara-gara aku kudu bolak balik Tegal-Jakarta seminggu sekali
Dimulai dari waktu aku nerima telepon dari Malaikat tak Bersayap*ci kono sampai tanggal 25 Juli buat rapat kerja..
Semoga dengan ini avre bisa kurus yah..*mulut komat kamit
Sempet deg2an sih sebelum rapat kerja..kebayang bakal di bantai habis-habisan
ampe ga bisa tidur gitu semaleman..trus tanya ama ci Griselda..untung ci griselda ga nakut2in malah kasi semangat dikasih angin segar..coba tanya ke Nico..pasti dia bawa angin puting beliung..
Selain membawa Program Kerja DREAM, Avre juga bawa misi penting buat di BEM ini selama setaun..Misinya adalah membuat semua orang mengenal avre sebagai pribadi yang lembut, Manis, Cantik, berwibawa dan Ibu kota..karena reputasi sebagai gadis yang manis dan soleha di Jurusan sendiri sudah hancur..Apakah saya berhasil membawa misi ini dalam setahun kedepan.. Chekidot guys!!

25 July 2011
Packing dan bawa barang segede Upil yang ga dibersihin selama tujuh taun*which is sangat berat..karena harus bawa Toshio dan alat bantunya*additional keyboard yang beratnya melebihi bayi yang baru lahir..terpaksa naik angkot karena ANGELICA sedang creambath, meni-pedi*baca di service di Tegal.. sampai di UPH dilakukan pemotretan*berasa Sandra Dewi buat Foto struktur BEM..ini foto juga menentukan masa depan saya..kalo foto ini jelek maka setahun kedepan saya akan single lagi*mendadak galau..Jadi avre bertekad untuk menguruskan badan dalam waktu kurang dari satu hari..sayangnya lemak sisa sisa liburan ga bisa pergi secepat itu..*nasibnasib kais kais tanah.. yasudah ibarat peribahasa nasi sudah menjadi lemak...Avre tetap aja ikut pemotretan foto struktur.. hasilnya gendut parah..tapi orang orang bilang aku ga gendut..cuma idung aja yang kurang sempurna*yee itu mah uda bawaan orok..Mana difoto cuma 2 kali jepret..sayang waktu itu avre masih malu malu tupai buat menta tambah foto lagi..kalo engga mah..beeeeh..udah jilat jilat ko oi sambil bilang "Ko oiih akooh mentah potoh sekalih lageeh donngh"*gigit bibir buka dasi....Tapi sekali lagi demi mengemban misi saya diatas menjadi wanita yang elegan..niat itu sudah saya urungkan...jadi tenang saja yah..

Setelah Foto Struktur dilanjutkan dengan Rapat kerja yang dinanti nantikan...saya masih dapat menjalankan misi dan visi saya dengan baik dengan mendengarkan rapat dengan saksama dan dalam tempo sesingkat singkatnya*lohloh...tapi avre dapet pelajaran yang berguna siang itu pas makan siang..gara gara si Nico bicarain tentang "Ereksi"..Sumpah i love you..sampai sebesar dan secantik ini avre ga tau apa itu arti Ereksi..sering sih baca di koran-koran gitu tentang Ereksi..pas tanya ke mami katanya itu penyakit yang anak kecil ga boleh tau..akirnya aku bikin pengertian sendiri..Ereksi itu semacam kayak sembelit gtu..ternyata itu salah saudara saudara..setelah dijelaskan oleh dokter Gregory saya jadi mengerti apa itu ereksi..Untung aja waktu papiku sembelit 3 hari yang lalu aku ga tanya "Pih, Lagi E****i yah"..Ohmaygad ko owi..you save my life...

Trus malemnya dilanjutkan dengan Radep dengan koord saya yang tercinta diserba food..tapi rapatnya malem banged..avre ngantuk sekali..mukaku udah ga berbentuk malam itu..tapi beneran deh itu sih ngantuk banged..walaupun ada prince william ganteng yang abis bertengkar sama kate midelton trus mau cari cewek lagi jalan jalan dibenton.. aku ga bakalan bisa semangat and jadi sumringah...apalagi yang didepanku cuma si raymond*kamu paham kan mon apa maksudku....Ya avre tetep ngantuk lah...jadi dengan ngantuk dan mulut mangap-mangap bobo di serbafood..untung cicil pengertian banged menghentikan rapat departemen ini...sampai hotel avre langsung salto ke kasur...ga sadar kasurku keras sekali..tapi sangkin ngantuknya ud ga sakit lagi..Tapi image avre sebagai wanita berwibawa masih tetap terjaga..hahha

26 July 2011
Presentasi Program Kerjaku DREAM dan berharap semoga di approve sama sang ketua...tapi sepertinya misi yang saya emban tidak bisa berlangsung lama karena si iblis emang dimana mana yah saudara saudara...Nico Tanles Tjhin bin Luciferawan sengaja pamerin foto Kartu Osis SMPku ke anak anak BEM yang lain..*yaowoh lindungi baim yaowoh...Yaudah dengan tabah dan tawakal menerima itu semua..ternyata muslihat iblis Nico Lucferawan tetap berlangsung sampai malemnya waktu kita kumpul kumpul di hotel..dia suru abang Jeno bacain aib saya di About me Facebook plus blog saya..ohmaygoat...emangnya saya cewe apapyun?..itu kan pas avre lagi puber dan labil...yasudah misi menjadi cewe manis hilang sudah...Image cewe pintar yang ada dalam otak Davin hilang sudah digantikan dengan sosok mpok Nori...dan karena alamat email anchira_phre maka ketahuan Tegal adalah sebuah kota yang tidak maju..malah sepertinya lebih maju peradaban KUTAI pas kerajan hindu Budha..bayangin MC Donalds baru buka kemarin july, Kalau mau internetan kudu nebeng di rumah orang*nasib FRRS di Tegal..Keknya emang mendingan program DIMAS direalisasikan di Tegal aja..Bupatinya bisa sungkem nyembah nyembah cicil kali kalo dibantuin sama BEM..hahha
Karena Misi saya berantakan sudah..semua orang memanggil saya princess atau anchira_phre bsk avre bertekat pake kerudung pas rapat bsk lallalalala

27 Jully 2011
Rapat terakir loh dan program acara Dream di approve..*peluk cium buat ci kono..huft berati avre tahun ini ga gabut malah harus bekerja semaksimal mungkin..yeii semangat..selesai rapat jalan jalan kulineran makan sate Blora ama Remon, Nicho baik, ci Sonia and ci Kono...ketawa ketiwi..walaupun cape banged kulineran sampai ke Blora dilanjut lagi ke makasar makan pisang Ijo..semoga bakal asik terus sepanjang setaun kedepan yah..Tetap bersenang senang hati walau wajah seperti sapi..yeeeiiii...

Rabu, 22 Juni 2011

OH MY GOD, I'm falling in love with you

When you love someone
1. Willing to stay up late just to chat with him
2. Willing to meet him with your best dress
3. Willing him with doesnt matter what people say bad things about him
4. Willing to spend your account just for give something to him, or buy dress to have dinner with him
5. Willing to smile everyday when read or hear anything about him
6. willing to move on and forgeting your first love
7. willing to think hard just to reply his jokes


And I think I falling in love with you....

Romance of Adrielle part 4

Hahahha..aku tertawa..kau mengira aku jatuh cinta pada lelaki itu.. aku tertawa sampai bahuku terguncang...pertanyaan retoris terlucu yang pernah aku dengar...Jangan mengira aku jatuh cinta padanya. Aku hanya sebatas membaca wajahnya. Kita tidak saling mengenal daun aku hanya mengira-kira dari wajahnya saja. Hanya sebatas kemampuanku menilainya dengan mengukur senyumnya dan menatapnya dari sini tanpa disadarinya. Aku juga tidak akan membiarkan aku jatuh pada pusaran kelembutannya yang tegas namun menghanyutkan. Karena kita ada didunia yang berbeda sekarang. Mungkin aku bisa melihatnya dan mengamatinya namun dia tidak pernah melihat keberadaanku disini. Aku tidak marah atau mengumpatnya, karena memang ini sudah alurnya. Tidak mungkin seorang peri berjodoh dengan manusia. Aku tidak mau mencoba dan tidak mau berharap. Mungkin takdir seorang peri seperti diriku ini adalah membantu manusia mencari cinta sejatinya untuk menggenapi takdir hidupnya. Aku pastikan tidak akan jatuh cinta dengan dia, karena menurutku cinta hanyalah pikiran semata yang menyuruh hati untuk mencintai seseorang. Jadi kalau tidak memikirkannya sebagai sebuah tambatan cinta aku tidak akan pernah mencintai dia. Lagipula aku tahu didalam hatinya hanya ada satu wajah yaitu gadis tercantik disiang hari itu.

Aku bertekad untuk mengamatinya seharian ini. Mengetahui apa penyebab kegundahan hatinya dan juga aku ingin melihat gadis itu sekali lagi. Aku rindu sekali melihat kecantikannya yang walau siang itu hanya terlihat sekilas. Aku ingin melihatnya secara dekat dan meneliti setiap jengkal pesona wajahnya. Dengan semangat aku tebang mengikuti kemana langkahnya pergi. Langkahnya terhenti, senyumnya tersungging namun bukan senyum yang sama yang aku lihat tiga tahun lalu. Senyum yang ditarik seadanya hanya untuk menghormati temannya. Aku mencari kearah mana senyum itu tertuju. Ada seorang gadis yang membalas senyumannya dengan lambaian tangan dan senyum yang lebar. Tetapi bukan gadis yang aku cari, gadis manis pada siangku 3 tahun silam. Otakku kembali berputar siapa gadis ini....

Siapa gadis itu..mampukah sang peri mendapat jawaban dari gadis tersebut

Kamis, 16 Juni 2011

Waiting for Romance of Adrielle series

Song that I recomended for you when read "Romance of Adrielle"

Love in December

So this is love
in the end of december,
quiet nights,
quiet stars..
and i'm here
Monday to Sunday,
cause you're fragile
and i'm weak

So you fall
when the nights grow longer
into sleep
you won't wake up
And i'm here
i'm sitting beside you
and i'll wait
until the spring

Don't you worry
i'll be there for you
don't worry about me
you know me better than that
don't you worry
i'll be there for you
i'll catch you if you would fall

So you drift
when the days grow colder
away from me
and won't look back
far away and i can't guide you
but i'm here
'til the spring

Senin, 13 Juni 2011

Romance of Adrielle Part 3

Setetes embun membangunkan dari tidur indahku. sinar matahari menyembul menyilaukan penglihatanku. aku mengerjap-kerjapkan kedua mataku, menggerutu dan menendang daun daun disitu. Tetapi kekesalanku terhenti melihat lelaki itu keluar dan mengeluarkan motornya. Aku segera terbang kearahnya dan aku mencari wajahnya, tapi hanya menemukan wajah kelabu seperti kemarin. Jelas bukan menunjukan kelelahan yang dapat dihapus oleh istirahat semalam namun karena ada satu alasan yang membuat hari-harinya terlihat sangat menyedihkan. Wajahnya seperti buku menurutku, sangat menarik untuk dibahas dan ditelaah karena menyimpan banyak misteri didalamnya. Terkadang menyiratkan keteduhan hatinya, terkadang menyiratkan kepedihan yang dalam. Hatinya seperti samudra yang mendalam, butuh sedikit keberanian untuk menyelaminya bukan hanya berkecipak dalam permukaannya. Matanya tercemin seperti pelangi, pelangi yang mengandung banyak warna. Banyak piasan warna yang menyusunnya membentuk keindahan juga harapan. Ada juga matahari senja dan bintang bintang malam pada tatapan matanya. Menghanyutkan dan membuat penasaran. Seadainya ada yan bertanya mengenai mata siapa yang paling indah yang pernah aku lihat. Dengan tegas aku menjawab matanya. Telinganya aku yakin adalah telinga yang paling cantik. Bukan karena bentuk daunnya tapi karena kamu seorang pendengar yang baik. Sehingga berbicara denganmu adalah salah satu obat pelipur lara. Karena aku tau, dia selalu mendengarkan sepenuh hati. Tak pernah menampakkan wajah bosan atau meremehkan. Dan dia mendengarkan semua hal yang baik. Aku masih membayangkan, dia memiliki selera musik yang bagus. Mendengarkan curahan hati sahabatnya, tentang putus cinta atau tentang patah hati lalu cemburu bahkan pertengkaran. Senyumnya seperti kembang api yang membuncah ke angkasa, berani bertaruh senyumnya menularkan senyum untuk semua orang yang memandangnya membunuh semua dendam yang menyembul dalam hati. Apakah dirinya tahu betapa ajaibnya senyumnya yang kini sedang hilang entah kemana.


Apakah peri itu mulai jatuh cinta dengan lelaki itu dan, Apakah sang peri mampu mendapatkan misteri akan pertanyaan batinya sendiri?

Kamis, 09 Juni 2011

Romance of Adrielle Part 2

Langkahnya terhenti pada suatu tempat. Bau khas menyusup dalam indra penciumanku menggelitik untuk mengetahui tempat apakah ini, banyak rak rak tersusun rapi didalamnya dan sejumlah tumpukan kertas tersusun rapi didalamnya. Aku mencium kertas itu dan merasakan baunya. Aku kini tahu dari mana bau ini berasal dan aku berguman ternyata seperti ini bau buku baru. Dan aku kembali mencari lelaki itu, aku masih belum menemukan jawaban pasti mengapa dia terlihat gembira datang ketempat ini. Apakah hanya demi mencium bau buku baru ia tampak bahagia seperti itu. Aku mengamatinya tanpa ia menyadari ada aku disampingnya. Senyumnya terlihat mengembang lebih jelas tersirat menutupi ketegangannya. Aku mendongak melihat kearah ekor matanya melihat. Aku menangkap gambaran gadis kecil sangat cantik. Dia sangat cantik bahkan aku sempat befikir apakah ada malaikat tak bersayap. Mukanya melambangkan surgawi putih bersih tak bercacat. Pantas saja lelaki itu terlihat sangat gembira dan terlihat ada cinta dimatanya. Sekarang aku tahu apakah arti sorot matanya, sorot mata yang membuatku penasaran. Matanya penuh dengan cinta. Ternyata dia sama seperti yang lain ketika jatuh pada pelukan cinta. Sepertinya pertanyaanku terjawab juga dan sepertinya aku harus meninggalkan kisah ini, karena menurutku kisah ini akan berakhir dengan sama seperti yang lainnya. Menikah dan hidup berbahagia. Dan sayapku membawa aku terbang mencari sesuatu yang lain selain kata cinta.

Daun ini mengaggetkan lamunanku, aku tersadar selama ini aku belum menemukan hal yang menarik lagi selain pertemuan siang itu. Entah apa yang membuatku tertarik sampai hari ini. Padahal itu hanya sebuah pertemuan biasa. Pertemuan dua insan manusia karena satu kata yang terangkai dalam oleh lima kesendirian namun berarti satu. Aku kembali duduk diranting pohon plum menanti apakah ada keajaiban yang datang lagi kali ini. Mengayunkan kaki dan sedikit bersenandung pekerjaanku setiap hari. Sungguh membosankan benar. Sekelibatan aku melihat bayangan pemuda itu lagi, pemuda tiga tahun silam tetapi dengan raut yang berbeda tidak ada senyum dirautnya. Mukanya kelabu seperti kaus yang digunakannya. Aku bersorak dalam hati, bukan senang karena melihat kesedihannya namun aku sepertinya akan mendapatkan pekerjaan baru. Mengetahui mengapa dia bersedih, apakah itu hanya lelah telah melewati hari yang susah ini, atau apakah itu karena cinta yang dapat membuatnya tersenyum tetapi juga bisa membuatnya menangis, atau kehilangan seseorang yang dicintai atau atau atau.. pertanyaan-pertanyaan itu menggelayut dan memenuhi pikiranku. Aku segera terbang menghinggapi bahunya menemani dia berlari membelah senja itu.

Peri itu menemukan kembali lelaki yang dilihatnya tiga tahun silam, namun tak ada senyum yang sama yang dicarinya. ada apa dengan lelaki tersebut?

Romance of Adrielle Part 1

Aku mencoba untuk menulis sesuatu pada hari ini. Sebuah kisah yang sederhana namun berisi banyak makna yang terselip. Hanya kisah dua insan manusia dan seorang peri yang sedang mencari jati dirinya. Sebuah cerita cinta yang sejati yang diambil dari buku harian seorang peri yang baru sadar akan pentingnya arti cinta dalam kehidupan seorang wanita

Panggil saja aku peri ,tapi aku tidak tahu aku siapa. Aku hanya berpendar pendar mengelilingi tempat aneh ini. Tempat yang penuh lalu lalang orang yang sama sekali tidak menghiraukan aku. Padahal aku seorang peri yang siap membantu mereka. Aku hanya terdiam menyusuri cakrawala yang kelabu hari ini. Menunggu seseorang untuk diamati. Ya hanya mengamati saja tanpa dapat merengkuhnya apalagi menyapanya. Seolah aku hanyalah debu yang kasat mata yang keberadaannya hanya sebagai penghias rona kehidupan ini. Mengamati angin bermain bersama rumput atau bernyanyi bersama burung burung itu saja yang aku kerjakan selama ini. Sungguh pekerjaan yang membosankan aku ingin sekali mengerjakan sesuatu yang lain.

Ingatanku terbang tiga tahun silam pada siang hari itu, ketika aku bertemu seorang manusia pria. Pemuda itu berbeda dengan apa yang aku lihat kebanyakan. Senyumannya berbeda dengan sorot matanya. Aku tidak tertarik pada fisiknnya karena aku seorang peri yang mempunyai posisi berbeda dengannya. Namun aku tertarik dengan kehidupannya terlebih makna dari sorot matanya. Terbesit sungai Indah namun menghanyutkan siapa saja yang berani menyelam didalamnya. Aku terus mengikutinya dan memperhatikan setiap langkahnya seakan tidak ingin tertinggal satu momen dalam hidupnya. Pemuda itu tidak menyadari keberadaanku disampingnya, aku juga tidak mengharapkan dia menyadari keberadanku karena yang aku inginkan hanyalah mengetahui sepenggal kisahnya yang menurutku lebih berwarna dari kehidupanku yang begini saja. Pemuda itu tetap menaiki sepeda motornya tanpa menghiraukan matahari menyelusupi kulitnya dan diam-diam membakarnya. Ia tetap mengendarai dengan tatapan kosong tanpa arti namun dimulutnya tetap tersunggging senyuman sambil bersiul siul melewati jalanan yang ramai oleh deru mobil. Ini menambah rasa penasaranku menggerus keingin tahuan dan membiarkan aku terbang mengikutinya

Siapa lelaki itu dan kemana angin akan membawa peri tersebut mengikuti lelaki itu? to be continued

Hasil menggabut di DepDag

Tanggal enam kemarin aku mulai kerja praktek tapi belon kerja sama sekali..yah bisa dibilang gaji buta deh ya... kerjaanya cuma makan dan makan saja...wisata kuliner..pantas saja perut menjulang bisa diukur.. daripada saya mati jamuran karena menganggur sesekali saya membuat Laporan kerja praktek saya dan bermain pop and drop. saya juga membuat cerita bersambung yang berjudul
"Romance of Adrielle"
check it out palss"

Sabtu, 04 Juni 2011

Bukan cerita dongeng

Eforia kemenangan Miss Indonesia masih terasa sekali.. hemph jadi berfikir gimana rasanya jadi ci Ellen yang menang disitu.. aku saja sampai tidak bisa tidur.. rasa bangga senang kagum tumpah ruah jadi satu.. seorang yang sempurna seperti putri mendapatkan apa yang ia inginkan.. membuat semua orang melihat padanya.. dia membuktikan keberadaannya untuk semua orang yang menyayanginya maupun yang membencinya..dia membuktikan bahwa dia bisa menjadi seseorang..

Sehingga orang yang mengutukinya membuang mulutnya ke dasar samudra..dan yang mencintainnya menguraikan kata pujian yang memang bukan hanya manis diujung bibir saja..
Seperti dongeng, melihat sosok yang sempurna didepan anda, mengalahkan kesedihan dengan akhir yang bahagia. kesempurnaan yang diinginkan semua mahkluk berlipgloss. Kalau saja operasi plastik itu murah, pasti semua akan berbondong bondong mengubah mukanya. memang dia terlalu sempurna..membuat semua orang bertanya pada Tuhan pada malam itu..seakan mengadu pada sang pencipta.. kenapa hidung saya tidak semancung dia, kulit tidak seputih dan otak tidak secemerlang dia. Ia membuat semua orang tidak bisa tidur. memikirkan kapan hidungnya bisa mancung. berharap ada bintang jatuh yang mendengar impiannya.

Hidup memang bukan cerita dongeng, namun ia berhasil membuat hidupnya seperti dongeng yang dicita-citakan setiap putri yang pada waktu kecil dibacakan cerita cinderella oleh ibunya. kadang aku benci mengapa mamiku menceritakan dongeng fiktif itu sebelum aku terlelap. membuat doktrinasi sempit akan arti kehidupan ini.. membuat aku mempunyai impian seperti putri.. mengakhiri kesedihan dengan tangis bahagia. padahal kenyataannya aku bukan terlahir sebagai seorang putri, dan tak boleh berfikir akan akhir yang bahagia tanpa kerja keras. Kadang aku berfikir dunia tidak adil tapi aku takut mengungkapkannya. Karena semua menganggap itu dosa. Tapi benar kan, dunia ini memang tidak adil mengapa tidak diciptakan semua makhluk sempurna sehingga tidak ada yang merasa kalah atau kecil hati. Sampai sekarang aku masih sibuk mencari jawabannya. Hidupku memang bukan cerita dongeng tapi aku akan berusaha membuatnya berakhir dengan sempurna. walau harus keluar dari alur cerita.

Rabu, 01 Juni 2011

Can't Help Falling In Love